KLH Asah Strategi Narasi dan Konten Kreatif Lewat NewsCraft & CreativeHub

3 hours ago 3

Bogor -

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama detikcom menggelar pelatihan bertajuk The Classroom KLH untuk meningkatkan kapasitas komunikasi publik di era digital. Kegiatan ini menghadirkan praktisi media dan komunikasi untuk berbagi wawasan serta pengalaman kepada peserta.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut dibuka oleh Division Head Communication Corporate PT Perusahaan Gas Negara, Meutiah Prima. Ia menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun hubungan antara institusi dan publik.

"Buat kami dan juga teman-teman Kehumasan di KLH, ya, komunikasi itu menjadi satu yang penting. Karena kalau saya ingat, 'tak kenal maka tak sayang,' gitu kan, ya. Dan kami di Corporate Communication, atau Humas, atau PR, apa pun itu, menjadi liaison, atau jembatan, atau konektor bagaimana bisa mewakili satu instansi, satu perusahaan, untuk berkomunikasi dengan publiknya atau stakeholdernya," ujar Meutiah Prima di Wisma PGN, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi komunikasi itu menjadi sangat penting. Kalau nggak berkomunikasi, nggak saling kenal, kemudian ya bisa salah paham, miss understanding, ya nggak nemu-nemu gitu. Jadi buat kami, komunikasi itu penting, apa pun bentuknya, baik direct maupun melalui channel media," imbuhnya.

Menurut Meutiah, tantangan komunikasi saat ini adalah menyampaikan informasi yang kompleks dan teknis agar dapat dipahami masyarakat luas. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan The Classroom KLH sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM kehumasan.

The Classroom KLHThe Classroom KLH Foto: dok. Rahmat Khairurizqi/detikcom

"Karena memang perkembangan teknologi, informasi itu cepat banget. Kemudian, sometimes publik atau kalau di sosial media, netizen lebih cepat tahu daripada kita, gitu kan ya, ya. Jadi peningkatan kapabilitas atau SDM dari fungsi Humas itu sangat penting untuk dilakukan. Dan ini kami appreciate dan senang sekali dapat turut mendukung salah satu inisiasi yang dilakukan oleh KLH," kata Meutiah Prima.

Pelatihan yang berlangsung pada 17-19 Juni 2026 ini menghadirkan tiga sesi utama, yakni NewsCraft, CreativeHub, dan BrandLab, yang dipandu para praktisi dari detikcom. Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi NewsCraft bersama Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi dan CreativeHub yang dibawakan Head of Brand Studio detikcom, Okta Marfianto.

Menyusun Informasi yang Akurat dan Berimbang

Dalam sesi NewsCraft, Ardhi membahas prinsip jurnalistik dan penulisan berita, mulai dari proses peliputan, penggalian data, hingga penyusunan informasi yang akurat dan berimbang. Peserta juga diajak memahami pentingnya observasi dalam proses penyusunan berita maupun rilis agar informasi yang disampaikan lebih kaya dan kontekstual.

Ardhi menilai, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens telah mengubah cara komunikasi dijalankan. Karena itu, praktisi humas dituntut untuk terus beradaptasi dengan perubahan lanskap media dan kebutuhan publik.

"Hari ini sudah berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena sudah banyak perubahan tidak cuma dari sisi teknologi, tapi juga dari sisi user behavior. Sehingga pada akhirnya bagaimana humas bekerja itu juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan perubahan zaman yang sekarang ini terjadi," ujar Ardhi.

"Mulai dari bagaimana komunikasi itu harus disampaikan, termasuk juga dari mana medium itu juga harus disampaikan, termasuk juga untuk konten yang juga harus diproduksi. Sehingga penting bagi para humas itu bisa mengikuti perkembangan perubahan yang terjadi," sambungnya.

Ia menambahkan, bahwa komunikasi publik tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab tim humas, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai unit kerja dalam sebuah instansi.

"Humas itu pada akhirnya tidak hanya menjadi tugas oleh tim humas Kementerian. Bagi para satuan dinas atau unit-unit pekerja di kementerian lainnya. Pada akhirnya itu juga bisa menjadi tim yang bisa support oleh tim humasnya sendiri," ujar Ardhi.

Dari Ide hingga Produksi Konten yang Menarik

The Classroom KLHThe Classroom KLH Foto: dok. Rahmat Khairurizqi/detikcom


Pada sesi CreativeHub, peserta diajak memahami strategi pengembangan konten kreatif untuk menjangkau audiens di berbagai platform digital. Okta Marfianto menjelaskan bahwa pembuatan konten video perlu diawali dengan pengembangan ide, memahami arah brief, menerapkan metode ATM (amati, tiru, modifikasi), memanfaatkan AI, serta mengikuti perkembangan tren digital.

Lebih lanjut, Okta menuturkan konten audiovisual kini menjadi salah satu format yang paling efektif dalam strategi komunikasi digital sehingga kualitas produksi video perlu terus ditingkatkan.

"Kenapa audio visual itu penting banget? Karena memang balik lagi di zaman sekarang apa-apa video kan. Kenapa video bisa lebih menarik? Karena ya mau-mau kita harus lebih mengembangkan teknik video atau lebih mengembangkan lagi kualitas dari video itu. Karena homeless-homeless media sekarang tuh udah pada jago-jago, udah pada bagus-bagus buat kontennya," tutur Okta.

Selain pengembangan ide, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai teknik pengambilan video, pengaturan lighting, hingga tahapan pra-produksi dan pascaproduksi dalam pembuatan konten.

"Saya berharap banget ketika setelah sharing session siang hari ini, mereka bisa menambah knowledge terhadap teknik dari pengambilan gambar. Bukan hanya teknik dari pengambilan gambar, tapi pengemasannya. Bukan hanya pengemasannya juga, tapi dari sisi pra produksi dan penguatan juga dari sisi post production-nya (produksinya)," pungkas Okta.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri jurnalis senior, Yasmin Mumtaz. Rangkaian acara pada hari pertama ditutup dengan games interaktif yang melibatkan peserta sebagai sarana memperkuat pemahaman materi yang telah disampaikan. The Classroom KLH sendiri diikuti oleh 32 peserta dari unit Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) yang berasal dari wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |