Kepala BGN Jelaskan Tugas 2 Wakilnya yang Baru: Awasi Anggaran-Teritorial

7 hours ago 2

Jakarta - Pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berganti setelah Dadan Hindayana terjerat kasus dugaan korupsi di Kejagung. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyampaikan tugas dua Wakil Kepala BGN yang baru.

Dua orang yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN yang baru adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Nanik mengatakan pengawasan anggaran akan diperketat.

"Sebelah saya Ibu Agustina Arumsari, beliau 34 tahun di bidang pengawasan dan audit, sebelumnya Wakil Kepala BPKP. Dengan tugas Pak Presiden, sesuai keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan superketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN," ujar Nanik dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Nanik kemudian memperkenalkan wakilnya Mayjen Trenggono. Dia mengatakan Trenggono sudah mengajukan pengunduran diri dari TNI.

"Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun, tapi proses pengunduran dirinya sudah berlangsung sejak kemarin," ucap Nanik.

"Dan mengapa kok ada militer? Beliau sebelumnya Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Kenapa ada militer, nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial," imbuhnya.

Efisiensi Anggaran BGN

Nanik menerangkan pimpinan BGN yang baru akan fokus pada efisiensi anggaran. Dia mengatakan anggaran BGN saat ini sudah dipangkas menjadi Rp 268 triliun.

"Kami harap masih bisa menurunkan lagi namun tak mengurangi sasaran. Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," ucapnya.

Nanik mengatakan yang bakal dilakukan adalah refocusing penerima manfaat, moratorium dapur titik-titik baru, hingga pembenahan dapur yang telah berdiri.

"Agar sesuai standar untuk hasilkan makanan berkualitas termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tak sesuai, kami akan melakukan suspend," jelasnya.

Dia juga mengatakan akan merealisasikan MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). BGN akan menyiapkan skema agar tidak membebani APBN.

Simak Video 'Dadan soal Motor MBG: Katanya di Bawah Harga Pasar, Ternyata di Markup':

(idn/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |