Video keributan di gerbong khusus wanita KRL relasi Tanah Abang-Rangkasbitung (Green Line) viral di media sosial (medsos). Korban mengaku diinjak hingga dijambak.
"Jadi awalnya itu pas di Palmerah, saya berdiri persis depan dia. Terus nggak lama kereta jalan, dia injak-injak kaki dan tusuk-tusuk badan saya pakai tangan dia dikepal gitu," kata korban, Valiexia, saat dihubungi detikcom, Kamis (4/6/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6) siang tadi saat KRL menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Valiexia mengaku awalnya dia tak merespons injakan dan pukulan yang diterimanya.
Namun, injakan dan pukulan itu berlanjut hingga membuatnya marah. Valiexia mengatakan saat itu situasi KRL sedang penuh penumpang sehingga berdesakan.
"Awal saya diem aja, makin lama makin kenceng injek dan tusuknya. Terjadilah cekcok seperti di video. Saya suruh dia kaki dan tangannya diem. Dia nggak mau kalau badan dia itu digencet. Namanya rame kan, pasti kedorong-dorong," ujarnya.
Dalam video beredar, terdengar cekcok mulut itu pun memancing reaksi dari penumpang lain. Valiexia mengaku dijambak begitu keluar dari KRL di Stasiun Tanah Abang hingga petugas turun tangan melerai.
"Terus pas sampe Tanah Abang saya lagi mau turun, dia langsung jambak rambut saya dan nggak dilepas. Akhirnya saya jambak balik, upaya melindungi diri. Terjadilah jambak-jambakan sampe akhirnya dipisahin satpam," ucapnya.
Valiexia mengaku sedang dalam perjalanan untuk bekerja. Begitu dipisahkan satpam, Valiexia mengatakan pelaku langsung pergi menghilang.
"Itu cewek udah buru-buru pergi duluan," tuturnya.
Tanggapan KCI
Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) menyayangkan adanya insiden adu mulut dan cekcok antarpenumpang di area Stasiun Tanah Abang. KCI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengguna lain yang secara proaktif ikut melerai serta membantu petugas di Stasiun Tanah Abang dalam menenangkan situasi.
"Diduga insiden yang dipicu oleh aksi saling senggol di dalam rangkaian Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang saat kondisi padat ini sempat berlanjut hingga ke peron stasiun saat penumpang turun ke peron 2-3 Stasiun," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Dia mengatakan situasi dapat segera diredam berkat kesigapan para pengguna KRL dan petugas pengamanan stasiun yang langsung melerai kedua belah pihak. KCI mengingatkan para penumpang untuk saling menghormati.
"Sebagai moda transportasi publik yang melayani jutaan penumpang setiap harinya, dinamika di dalam Commuter Line, terutama pada jam sibuk sangat membutuhkan toleransi dan rasa saling menghormati antar-sesama pengguna. Saling bersenggolan secara tidak sengaja di dalam kereta yang padat merupakan situasi yang kerap terjadi, namun hal tersebut tidak semestinya direspons dengan emosi negatif yang berlebihan dan dapat mengganggu kenyamanan pengguna lainnya," ungkapnya.
KCI mengimbau pentingnya etika dan prilaku dalam menggunakan transportasi umum guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta. Karina mengatakan menaati aturan, menjaga kenyamanan bersama, dan saling menghormati merupakan hal terpenting dalam menggunakan Commuter Line.
Dia mengatakan Commuter Line adalah ruang publik milik bersama. KCI mengajak para pengguna menjaga perjalanan Commuter Line tetap aman, ramah untuk semua orang, dan bebas dari tindakan kekerasan maupun verbal.
"KAI Commuter juga menegaskan bahwa kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap potensi konflik akan terus ditingkatkan. Pengguna senantiasa diingatkan untuk tidak ragu menegur secara baik atau langsung berteriak memanggil petugas jika melihat adanya indikasi cekcok atau tindakan tidak menyenangkan di dalam KRL," katanya.
Lihat juga Video 'Ribut-ribut di Cibubur: Pengemudi Mobil Diancam Ditembak Perkara Klakson':
(jbr/mei)















































