Kenneth DPRD DKI: Tragedi Murid SD di NTT Alarm Keadilan Sosial Pendidikan

2 hours ago 1

Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli peralatan tulis sekolah.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, peristiwa tragis tersebut menjadi luka mendalam sekaligus peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan, bahwa keadilan sosial di bidang pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, khususnya di daerah.

"Ini bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi tragedi kemanusiaan. Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak, bukan justru menjadi sumber tekanan yang berujung pada hilangnya nyawa," ujar Kent dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kent menegaskan, bahwa negara tidak boleh abai terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan dasar peserta didik, sekecil apa pun itu. Alat tulis, lanjutnya, merupakan sarana utama dalam proses belajar yang seharusnya dapat diakses oleh setiap anak tanpa kecuali.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu juga menyoroti fakta bahwa mendiang murid tersebut tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), di mana dana bantuan disebut telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Hal ini, menurutnya, menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penyaluran dan pendampingan bantuan pendidikan di lapangan.

"Jika bantuan sudah disalurkan tetapi anak masih merasa tidak mampu dan putus asa, maka ada yang salah dalam sistem kita. Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan hanya bersifat administratif saja, tetapi juga dari sisi pengawasan dan pendampingan keluarga penerima manfaat," tegas Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Lebih lanjut, Kent berharap kejadian serupa tidak terjadi di Jakarta. Namun ia menekankan, apabila terdapat siswa atau keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi hingga menghambat pendidikan, masyarakat harus berani menyampaikan keluhan secara terbuka kepada pihak kelurahan, kecamatan, walikota hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu juga membuka ruang pengaduan langsung melalui akun Instagram pribadinya agar persoalan serupa dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berujung pada tragedi.

"Warga Jakarta harus kritis dan berani melapor. Silakan lapor ke kantor kelurahan, kecamatan, walikota hingga tingkat provinsi jika memang ada permasalahan baik dalam hal sosial maupun pendidikan. Dan juga bisa melapor ke akun instagram saya di @laporkenneth atau @kennethhardiyanto, agar bisa segera ditindaklanjuti. Jangan sampai ada anak yang merasa sendirian, tidak didengar, dan kehilangan harapan hanya karena persoalan ekonomi. Negara harus hadir, bukan hanya dalam data dan laporan, tetapi juga dalam empati dan tindakan nyata," ujarnya.

Menurutnya, tragedi yang menimpa murid sekolah dasar di NTT tersebut menjadi pil pahit bahwa akses pendidikan yang adil dan manusiawi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini. Peristiwa ini bukan hanya soal bantuan yang tersalurkan, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam memastikan setiap anak merasa aman, didengar, dan didampingi.

Kent pun menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Ia berharap tragedi ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih peduli, peka, dan bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

"Ke depan seluruh pemangku kepentingan harus lebih peka dan responsif agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi jalan menuju masa depan, bukan beban yang mematahkan semangat hidup," tutupnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |