Kemensos & Pemkab Bener Meriah Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat

4 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan audiensi dengan Bupati Bener Meriah Armia. Dalam rangkaian audiensi tersebut, Armia menyampaikan perkembangan usulan pembangunan SR di Kabupaten Bener Meriah.

Awalnya, Kabupaten Bener Meriah menyediakan lahan di pusat kota seluas 5 hektare, namun tidak memenuhi syarat pembangunan SR yang membutuhkan lahan seluas 6,8 hektare. Menanggapi persoalan ini, Armia menyiapkan sejumlah alternatif lahan.

"Kita alternatifnya lahannya banyak, Pak. Jadi intinya, Pak, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan, masalah listrik ada, air ada. Kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian," ujar Armia dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Wamensos mengungkapkan, usulan SR dari Pemkab Bener Meriah tetap dapat diproses dengan penyesuaian terkait ketentuan teknis, khususnya terkait luas dan kesiapan lahan.

"Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan-usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden. Khawatirnya nanti begitu sudah diteken Menteri, terus masuk tahap berikutnya. Kita nggak bisa ikuti yang tahap tahun ini, Pak," jelasnya.

Ia juga meminta Pemkab Bener Meriah menuntaskan proses penggantian lahan agar usulan tersebut masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya.

Terkait kesiapan lahan, Perwakilan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Jauhari menilai kesiapan lahan menjadi faktor penunjang kualitas sarana pendidikan yang dibangun.

"Kalau bagusnya memang, Pak, 7 sampai 8 hektare supaya dapat prasarana yang optimal. Dan kalau bisa lahannya yang rata," ujarnya.

Bantuan Kemensos untuk Korban Bencana Bener Meriah

Selain membahas Sekolah Rakyat, audiensi juga menyoroti perkembangan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Bener Meriah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Masryani Mansyur Masryani Mansyur menyampaikan Kemensos telah menyalurkan bantuan, meliputi santunan ahli waris bagi 33 orang senilai Rp 495 juta, bantuan isi hunian bagi 1.261 kepala keluarga senilai Rp 3,78 miliar, bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 6,3 miliar, serta bantuan jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak bencana.

Sebelumnya, Kemensos telah menyalurkan bantuan jaminan hidup (Jadup) tahap pertama kepada 4.468 jiwa senilai Rp 2,01 miliar untuk kebutuhan satu bulan. Kemensos juga menyatakan penyaluran jadup untuk dua bulan berikutnya segera direalisasikan.

"Jadi untuk yang dua bulan ini sudah masuk SPM-nya. InsyaAllah minggu ini kami salur melalui PT Pos, Pak," jelas Masryani.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terbaru, bantuan Jadup lanjutan untuk 2 bulan tersebut akan disalurkan kepada 3.417 jiwa dengan nilai sekitar Rp 3,07 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Armia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemensos terhadap masyarakat Bener Meriah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bener Meriah juga menyampaikan kebutuhan dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa untuk memperkuat proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Agus Jabo merespons hal tersebut dengan meminta pemerintah daerah (Pemda) berkoordinasi dengan Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial agar kebutuhan data segera ditindaklanjuti.

Agus Jabo menyatakan Kemensos akan mengawal percepatan pembangunan SR dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, terutama di Kabupaten Bener Meriah.

"Jadi untuk yang sekolah rakyat, itu proposalnya tetap namun harus ada keterangan perpindahan lahan dari Bupati. Jadi supaya registrasinya sudah masuk dulu ke Kemensos, tinggal ganti lahan. Lalu untuk jadup, mudah-mudahan minggu ini keluar. Paling lama minggu depan," pungkasnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |