Sebuah kawasan di Kabupaten Tangerang, Banten, mendadak dijuluki 'Kampung Padel' lantaran menjamur lapangan padel di sana. Lokasinya ada di Desa Pagerhaur dan Rancalele, Kecamatan Pagedangan.
Warga hingga pedagang bersuara mengenai maraknya lapangan padel di kampung mereka. Apa kata mereka?
Ada yang Dekat Rumah Warga
detikcom menelusuri keberadaan lapangan-lapangan padel di Pagedangan tersebut. Berdasarkan pantauan, Selasa (24/2/2026), ada sekitar tujuh lapangan padel di dua desa sepanjang Jalan Raya Pagedangan. Lokasi lapangannya berdekatan dan ada yang berseberangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Rancalele, misalnya, ada dua lapangan yang berdekatan. Lokasi kedua lapangannya hanya berjarak sekitar 10-15 meter.
Lapangan padel menjamur di 'Kampung Padel' di Kabupaten Tangerang. (Taufiq/detikcom)
Lalu di Pagerhaur ada sekitar enam lapangan padel. Jarak lapangannya pun berdekatan. Ada yang bersampingan, berseberangan, paling jauh jaraknya sekitar 10-15 meter.
Sejumlah lapangan padel di sana kebanyakan punya lokasi parkir. Namun ada juga yang lahan parkirnya terpisah dengan lokasi lapangan.
Ada pula lokasi lapangan padel yang tepat berada di sekitar permukiman warga. Lokasinya bersampingan dengan dinding rumah warga.
Dalam kata lain, warga pemilik rumah bisa menyaksikan langsung orang yang bermain padel dari jendela rumah. Sementara lokasi lainnya berada di antara pertokoan, warung makan, hingga bengkel.
Selain lapangan padel, ditemui fasilitas olahraga lainnya, seperti gym, lapangan golf, hingga badminton. Bahkan di sana ada toko peralatan olahraga khusus padel dan golf.
Warga Sambut Lapangan Kerja
Warga mengaku tidak terganggu oleh aktivitas di lapangan padel yang menjamur di daerah mereka. Aktivitas tersebut justru dianggap telah membuat kawasan menjadi ramai sekaligus membuka lapangan kerja.
"Nggak, nggak merasa terganggu," kata Taufik, warga RT 03 RW 02, Pagerhaur, saat ditemui di rumahnya, Selasa (24/2).
Taufik, Warga Pagerhaur, Pagedangan, Tangerang (Taufiq/detikcom)
Taufik mengatakan lapangan padel di samping rumahnya baru dibangun sekitar 2024. Sebelumnya, lahan di sana adalah kebun dan belukar.
"Ya kebon-kebon aja, ya pohon rambutan, pohon nangka gitu. Akhirnya dibangunlah padel ini," ujarnya sambil menunjukkan lapangan yang persis di samping rumahnya.
Lapangan padel di dekat rumah Taufik juga tampak membuka lahan lain di sampingnya untuk keperluan tempat parkir.
Kata Taufik, saat ini setiap hari Desa Pagerhaur jadi ramai. Padahal dahulu sepi sebelum lapangan-lapangan padel menjamur.
"Sebelumnya suasana hening, sepi, banyak hantu. Iya. Nah sekarang akhirnya alhamdulillah jadi sekarang tambah rame, warga juga seneng gitu," jelasnya.
Taufik menambahkan adanya lapangan padel di sekitar rumahnya punya dampak positif. Menurut dia, beberapa tetangganya yang menganggur kini punya pekerjaan di lokasi padel.
"Yang tadinya pengangguran jadi dapat pekerjaan sekarang gitu. Alhamdulillah jadi ada lapangan pekerjaan di sini gitu. Tadinya kan banyak yang menganggur," ucapnya.
Dia melanjutkan, beberapa pekerjaan yang didapat warga sekitar antara lain tenaga kebersihan, parkir, hingga merawat taman. Menurut dia, lapangan padel di sana jadi berkah buat warga.
Warga Pagerhaur lainnya, Nikmah, juga mengaku tak keberatan dengan keberadaan lapangan padel di sana. Menurut dia, lapangan padel membuat suasana lebih ramai.
"Buat warga sih, dulunya sepi, sekarang pas jadi padel, rame. Tadinya kebon," kata Nikmah.
Harapan Pedagang
Hadirnya 'Kampung Padel' di Jalan Raya Pagedangan dinilai membuat lingkungan warga menjadi ramai. Pedagang di sekitar pun mengaku mendapat untung.
Pedagang dekat 'Kampung Padel' di Tangerang. (Taufiq/detikcom)
Pedagang es kelapa muda, Nurjaman, mengatakan suasana di Jalan Raya Pagedangan memang jadi lebih ramai. Dia mengatakan kondisi itu berdampak pada dagangannya meski belum begitu signifikan.
"Emang ada perubahan sih ada gitu, cuma nggak terlalu sih," kata Nurjaman kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Lokasi lapak kelapa muda milik Nurjaman berada persis di depan dua lapangan padel. Namun, menurut dia, belum banyak pemain padel yang membeli.
"Ya, kadang-kadang ada sih. Kadang-kadang ya," ujarnya.
Nurjaman mengaku tak terganggu oleh aktivitas di lapangan padel. Dia melihat banyak warga sekitar mendapat pekerjaan baru berkat menjamurnya lapangan padel.
"Kalau daerah sini sih nggak (terganggu) sih kayaknya ya, nggak terlalu ini gitu. Justru warganya tuh malah kayak mendukung gitu kalau daerah sini. Soalnya kan orang-orang sininya bisa pada kerja gitu, yang tadinya pada nganggur kan," kata dia.
Sementara pedagang jus bernama Iyeng berharap kecipratan rezeki setelah menjamurnya lapangan padel. Dia mengatakan dagangan belum signifikan mendapat untung.
"Pengennya mah pada jajan sih, beli es. Iya bisa kecipratan rezeki lah," ujarnya.
Dia mengatakan baru beberapa orang saja yang membeli dagangannya setelah bermain padel. Dia mengatakan lapangan padel baru mulai ramai sejak dua bulan belakangan.
Selanjutnya, Nikmah, pemilik warung kopi di sekitar, mengatakan lapaknya tetap sepi karena jarang ada pemain padel yang singgah. Padahal lokasinya berada tepat di belakang satu lapangan padel.
"Rame (suasananya) sih, lumayan, rame. Tapi warung saya mah sepi," kata Nikmah.
(fca/fca)
















































