Kapolda Sumsel Ajak Ulama dan Santri Rawat Kebinekaan dan Jaga Kamtibmas

3 hours ago 1

Jakarta - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) silaturahmi kebangsaan ke tokoh agama dan masyarakat di Pondok Pesantren Wali Songo, Tugu Mulyo. Hal ini dilakukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Silaturahmi kebangsaan ini di Pondok Pesantren Wali Songo, Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, digelar Rabu (29/4/2026). Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, memimpin langsung kunjungan tersebut sebagai bagian dari strategi pendekatan humanis Polri dalam merawat kebinekaan serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, serta ratusan santri dan anggota Muslimat NU. Kehadiran Polri di lingkungan pesantren menjadi bentuk sinergi dalam membangun ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.

Dalam agenda tersebut, dilaksanakan istigasah bersama, tausiah kebangsaan, serta doa untuk keselamatan bangsa. Selain itu, Irjen Sandi juga membuka ruang dialog dengan para kiai dan ulama guna menyerap aspirasi masyarakat.

Irjen Sandi menegaskan peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sinergi antara Polri dan ulama adalah fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, untuk terus merawat kebinekaan dan menjaga kerukunan sebagai kekuatan utama bangsa," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH Hendra Zainuddin Al Qadar, dalam tausiahnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Irjen Sandi. Dia menyebut Irjen Sandi mampu membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

"Pendekatan yang dilakukan Kapolda Sumsel menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat umat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif dan preemtif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Polda Sumsel akan terus mengedepankan kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Kebinekaan adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama," ujarnya.

Kegiatan silaturahmi kebangsaan ini menjadi implementasi Polri Presisi yang humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Melalui sinergi yang terbangun dengan komunitas pesantren, Polda Sumatera Selatan memastikan stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan tetap terjaga guna mendukung seluruh agenda pembangunan nasional.


(whn/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |