Jaksa Tegur Ipar 'Sultan' Kemnaker: Jangan Kasih Keterangan Tak Benar!

3 hours ago 2

Jakarta -

Jaksa KPK menegur keras adik ipar dari 'sultan' Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Irvian Bobby Mahendro, bernama Nova Alisa Putri di sidang. Jaksa menilai Nova memberikan keterangan yang berbelit.

Hal itu terjadi dalam sidang lanjutan kasus pemerasan sertifikasi K3 Kemnaker di PN Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026). Nova hadir sebagai saksi, sementara Irvian merupakan salah satu dari 11 tersangka di kasus tersebut.

Jaksa awalnya bertanya terkait transaksi penarikan uang Rp 4,4 miliar di rekening Nova yang sempat dipakai oleh Irvian. Nova kemudian mengaku tidak pernah melakukan transaksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini saksi kami ingatkan ya, tadi diingatkan oleh majelis, supaya saksi kooperatif, ya. Jangan memberikan keterangan yang tidak benar," kata jaksa.

Jaksa kemudian mencecar Nova terkait status Irvian di PT SSI. Jaksa sempat keterangan di BAP Nova yang menyinggung gaji Rp 5 juta yang didapa5 Irvian di perusahaan tersebut.

Namun, Nova mengaku keterangannya itu dilontarkan karena sudah kelelahan saat diperiksa penyidik KPK.

"Saya hanya ngomong ke penyidiknya, Pak Boby datang sesekali ke kantor, tapi saya tidak menyebutkan dia ada gaji Rp 5 juta atau apa. Soalnya itu bukan ranah saya, Pak," kata Nova.

"Kok ada di BAP? Saudara kan sebelum tanda tangan baca kan BAP?" tanya jaksa.

"Karena saya itu tanda tangan udah jam 02.00 WIB, Pak. Jadi saya udah capek, udah ini, tapi saya nggak baca lagi," timpal Nova.

"Sebelum tanda tangan dibaca lagi saksi, kan begitu? Ada nggak yang lewat atau yang salah? Kalau salah diperbaiki hari itu juga, kan begitu? Kan ditawarkan kepada saudara. Sekarang saudara menyangkal," ujar jaksa.

"Saya tidak menyangkal, Pak, tapi saya tidak ngomong kayak gitu," kata Nova.

Jaksa sebelumnya juga sempat mencecar Nova soal transaksi Rp 4,4 miliar di rekeningnya. Nova berdalih pengakuannya di BAP terkait transaksi itu karena didesak penyidik KPK.

"Kami tunjukkan juga di mutasi rekening, halaman 368, 22 Oktober. Ini yang tarikan tunai ini, yang dimaksud oleh rekan kami tadi sebesar Rp 4 miliar 400 (juta), di mana rinciannya 22 Oktober ada penarikan sebesar Rp 2 miliar, kemudian 23 Oktober sebesar Rp 2.400.000.000. Ini Saudara tidak tahu?" tanya jaksa.

"Saya tidak tahu, Pak," jawab Nova.

"Tapi keterangan Saudara yang nomor 17 ini bunyi loh," kata jaksa.

"Itu saya karena saya didesak, tapi saya tidak tahu," timpal Nova.

"Didesak siapa?" tanya jaksa.

"Didesak oleh penyidik," jawab Nova.

Irvian Bobby merupakan salah satu terdakwa dalam kasus korupsi sertifikasi K3. Dia disebut sebagai koordinator Asus tersebut dan dikenal dengan sebutan 'sultan' Kemnaker.

Total ada 11 terdakwa dalam kasus ini. Berikut identitasnya:

1. Eks Wamemaker Immanuel Ebenezer atau Noel
2. Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025
3. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025
4. Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025
5. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022
6. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025
7. Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator Bidang Pengembangan Kelembagaan K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3
8. Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020
9. Supriadi selaku Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda selaku Subkoordinator Bidang Pemberdayaan Personel K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3
10. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia
11. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video Noel Sebut Partai 3 Huruf Terima Aliran Dana di Kasus Kemnaker

(ygs/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |