Jaksa Tanya Transaksi Rp 4,4 M, Adik Ipar 'Sultan' Kemnaker Ngaku Didesak KPK

4 hours ago 3
Jakarta -

Adik ipar 'sultan' Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Irvian Bobby Mahendro, bernama Nova Alisa Putri menjadi saksi sidang kasus dugaan korupsi sertifikasi K3. Jaksa mencecar riwayat penarikan uang Rp 4,4 miliar di rekening Nova.

Bobby merupakan salah satu terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3. Sedangkan Nova merupakan staf administrasi PT Centra Adminikasi sekaligus adik dari istri Bobby.

Jaksa awalnya bertanya terkait rekening bank milik Nova yang dipinjam oleh Bobby. Nova mengakui rekeningnya tersebut dipakai oleh Bobby untuk melakukan transaksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nova kemudian dicecar jaksa terkait adanya riwayat penarikan uang Rp 4,4 miliar di rekening bank miliknya. Dia mengaku tidak mengetahui transaksi itu.

"Kemudian terkait dengan yang Rp 4 miliar berapa tadi? Rp 4 miliar 400 (juta)," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026).

"Kami tunjukkan juga di mutasi rekening, halaman 368, 22 Oktober. Ini yang tarikan tunai ini, yang dimaksud oleh rekan kami tadi sebesar Rp 4 miliar 400 (juta), di mana rinciannya 22 Oktober ada penarikan sebesar Rp 2 miliar, kemudian 23 Oktober sebesar Rp 2.400.000.000. Ini Saudara tidak tahu?" lanjut jaksa.

"Saya tidak tahu, Pak," jawab Nova.

Jaksa kemudian mempertanyakan dalih Nova yang mengaku tidak mengetahui penarikan Rp 4,4 miliar di rekeningnya. Nova mengaku keterangannya yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena didesak oleh penyidik KPK.

"Tapi keterangan Saudara yang nomor 17 ini bunyi loh," kata jaksa.

"Itu saya karena saya didesak, tapi saya tidak tahu," timpal Nova.

"Didesak siapa?" tanya jaksa.

"Didesak oleh penyidik," jawab Nova.

Nova mengatakan penyidik KPK mencecar dirinya soal penarikan Rp 4,4 miliar. Desakan itu, kata Nova, membuatnya mengakui melakukan penarikan dan dituangkan dalam BAP oleh penyidik.

"Didesak oleh penyidik kok bisa bercerita sejelas ini? Didesak bagaimana?" kata jaksa.

"Ditanya kalau 'Mbak Nova pernah narik uang 4 miliar nggak?'. (Saya jawab) Saya tidak pernah. Saya sudah jawab berkali-kali, tetapi masih didesak. Ya sudah, saya jawab, apa namanya, nggak tahu Pak, gitu. Saya tidak pernah penarikan sebanyak itu," jawab Nova.

Sebelumnya, KPK pernah mengungkap tersangka Irvian Bobby Mahendro (IBM) menggunakan rekening atas nama orang lain untuk menampung uang diduga hasil pemerasan terkait kasus pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Benar bahwa saudara IBM ini memiliki beberapa rekening nominee. Salah satunya adalah tadi dia membeli," ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).

Irvan menggunakan 3 rekening yang bukan atas namanya. Total uang yang ditampung mencapai Rp 69 miliar.

"Kalau tidak salah, ada 3 rekeningnya ya nominee-nya itu ada saudaranya dari pihak ininya, kemudian juga ada stafnya," kata dia.

"Nilainya Rp 69 M itu yang khusus ada di Saudara IBM ini," tambahnya.

Sebagai informasi, sebutan 'sultan' terhadap Irvian itu diungkap oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto. Setyo menyebut Wamenaker Immanuel Ebenezer yang memanggil Irvian dengan istilah 'sultan' karena banyak duit.

Total ada 11 terdakwa dalam kasus ini. Berikut identitasnya:,

1. Eks Wamemaker Immanuel Ebenezer atau Noel
2. Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025
3. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025
4. Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025
5. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022
6. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025
7. Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator Bidang Pengembangan Kelembagaan K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3
8. Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020
9. Supriadi selaku Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda selaku Subkoordinator Bidang Pemberdayaan Personel K3 pada Ditjen Binwasnaker dan K3
10. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia
11. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

Lihat juga Video: Saksi Ngaku Uang Pemerasan K3 untuk Gaji Honorer-Operasional Kemnaker

(ygs/haf)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |