Hilang Saat Operasi Narkoba di Kalteng, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur

1 month ago 23
Jakarta -

Personel Sat Narkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto, yang hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah, ditemukan gugur. Jenazah Sumaryanto ditemukan di sungai.

"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Jenazah ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), saat proses pencarian sekitar pukul 06.00 sampai dengan 09.30 WIB. Jenazah ditemukan oleh tim pencarian yang terdiri dari personel Polda Kalteng, Kodim 1019/Ktg, Basarnas, dan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian dilakukan menggunakan tiga unit perahu karet dan delapan unit kapal ces kecil menyusuri sungai, hutan di pinggir sungai dan diperluas hingga ke pasar Desa Samba sejak pukul 06.00 WIB tadi. Jenazah ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB.

"Jenazah dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya," ujar Eko.

Diketahui, penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Rabu (1/7) dini hari mendapatkan perlawanan. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhie meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, belum diketahui keberadaannya.

Bripda Nopandri telah ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian terhadap Sumaryanto kemudian dilakukan hingga jenazah ditemukan hari ini.

Operasi penangkapan itu sendiri melibatkan 12 personel. Setiba di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok.

Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung. Saat proses penangkapan berlangsung, target bisa diamankan.

Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Berdasarkan laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan personel. Sejumlah polisi terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Saksikan juga Blak-blakan: Pramono Bicara Jakarta menuju 5 Abad

[Gambas:Video 20detik]

Lihat juga Video: Pengabdian Panjang Aiptu Nur Cahyo di Pedalaman Kalteng, Perjuangkan Air Bersih

(haf/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |