Cuaca Akhir-akhir Ini Panas Sekali, Simak Penyebabnya Kata BMKG

2 hours ago 1

Jakarta -

Apakah kamu merasa cuaca akhir-akhir ini sangat panas? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ternyata ada fenomena astronomi dan meteorologi yang sedang terjadi.

Mengutip dari akun Instagram BMKG (@infobmkg), salah satu faktor penyebab cuaca panas belakangan ini adalah Gerak Semu Tahunan Matahari. Secara teknis, Matahari seolah-olah "berjalan" dari belahan Bumi selatan menuju ke Utara.

Nah, pada tanggal 21-23 Maret nanti, Matahari akan tepat berada di atas garis ekuator (khatulistiwa) wilayah tempat kita tinggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Cuaca Panas

Cuaca panas terjadi karena gabungan antara faktor astronomi dan meteorologi:

  1. Posisi Matahari yang semakin mendekat ke ekuator, intensitas radiasi sinar Matahari yang kita terima jadi lebih maksimal. Jaraknya yang seolah "tegak lurus" di atas kepala membuat suhu udara melonjak.
  2. Sedikit tutupan awan.
  3. Masa transisi hujan ke kemarau juga turut berperan.

Tips Hadapi Cuaca Panas

Fenomena ini normal terjadi setiap tahun. Berikut tips menghadapinya.

  • Minum air putih lebih banyak.
  • Lindungi kulit dari paparan UV langsung.
  • Pilih bahan katun yang menyerap keringat.
  • Batasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika tidak diperlukan.

Perbedaan Suhu Panas dan Gelombang Panas

Dikutip dari situs resmi BMKG, suhu panas merupakan kondisi di mana suhu udara meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, sehingga suasana akan terasa lebih gerah.

Selain itu, suhu panas biasanya merupakan pertanda suatu wilayah akan memasuki musim kemarau. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah juga dapat menjadi penyebab suhu panas yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, gelombang panas (heat wave) adalah fenomena kondisi udara (suhu) panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C (9°F) atau lebih.

Secara dinamika atmosfer, heat wave dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah, disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Misalnya, ada sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan terjadi cukup lama.

Menurut Badan Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), apabila suhu maksimum harian terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama di suatu wilayah, maka wilayah tersebut tidak bisa dikatakan terkena fenomena gelombang panas atau heat wave.

(kny/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |