
Surakarta - Rutan Kelas I Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui kegiatan rehabilitasi sosial bagi warga binaan kasus narkotika yang digelar bekerja sama dengan Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA), dengan melibatkan sebanyak 40 warga binaan, Senin (25/05).
Kegiatan rehabilitasi sosial tersebut dilaksanakan di lingkungan Rutan Surakarta dan dibuka oleh perwakilan petugas klinik Rutan Surakarta. Dalam sambutannya disampaikan bahwa rehabilitasi sosial menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan, khususnya bagi mereka yang pernah terjerat penyalahgunaan narkotika. Melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan mampu membangun kesadaran serta memiliki kesiapan mental untuk kembali ke masyarakat tanpa mengulangi kesalahan yang sama.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai pencegahan kekambuhan atau relapse prevention yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan GENNESA, Tutik. Dalam materinya, peserta diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor penyebab kekambuhan, cara mengendalikan diri, hingga pentingnya lingkungan positif dalam mendukung proses pemulihan dari ketergantungan narkotika.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para warga binaan tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman selama menjalani proses rehabilitasi. Pendekatan sosial dan psikologis yang diberikan diharapkan mampu memperkuat motivasi warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika setelah menyelesaikan masa pidana.
Program rehabilitasi sosial ini rutin dilaksanakan setiap dua hari dalam sebulan sebagai bentuk kesinambungan pembinaan di Rutan Surakarta. Melalui sinergi bersama Yayasan GENNESA, Rutan Surakarta berharap upaya rehabilitasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, namun benar-benar mampu membantu warga binaan pulih dan mencegah terjadinya kekambuhan, sehingga dapat kembali diterima dan berperan positif di tengah masyarakat.


















































