Bupati Fadia Arafiq Klaim THR dari Bawahan Sudah Tradisi

3 hours ago 4

Semarang -

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq mengaku menerima uang dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pemberian uang itu disbeut sebagai tradisi dan dikumpulkan untuk membuat parsel tunjangan hari raya (THR).

"Bu, ini sudah tradisi untuk membantu Ibu. Ibu kan juga kalau Lebaran harus banyak pengeluaran yang Ibu berikan ke teman-teman, juga ke tim-timnya Ibu. Ini ala kadarnya dari kami saja," kata Fadia menirukan penjelasan anak buahnya di dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, dilansir detikJateng, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Fadia itu menirukan ucapan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pekalongan, Sirhan. Fadia mengaku dirinya dulu pernah menanyakan maksud pemberian uang dari sejumlah OPD itu kepada Sirhan.

Pantauan detikJateng, dalam sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan hakim mencecar Fadia soal penerimaan uang dari sejumlah kepala OPD.

JPU awalnya menanyakan soal uang yang disebut sebagai uang ulang tahun, uang akhir tahun, hingga uang tematik. Fadia membantah pernah menerima uang ulang tahun.

"Saya tidak pernah terima uang ulang tahun. Ulang tahun saya mereka (ASN) yang membuat kejutan. Saya pun tidak tahu saya dibuat kejutan ulang tahun. Itu dibuat inisiatif mereka sendiri," kata Fadia di Pengadilan Tipikor, Kamis (10/9/2026).

Fadia mengatakan, uang yang diterimanya mendekati Lebaran dan akhir tahun itu mulai diterima sejak 2021 atau 2022. Menurutnya, sejumlah amplop itu diletakkan di meja ajudannya.

"2022 pada naruh ke ajudan, saya nggak mau terima, tapi ditaruh di ujung meja ajudan. Pas saya mau keluar kantor, banyak banget amplop ini," ujar dia.

"Saya tanya dari siapa, katanya dari OPD. Terakhir dari Pak Sirhan Kepala Dinas Kelautan kalau nggak salah," sambungnya.

Fadia mengatakan, saat ia menanyakan maksud pemberian itu kepada mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pekalongan, Sirhan, uang itu disebut sebagai tradisi untuk membantu kebutuhan bupati saat Lebaran.

Fadia juga mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada Sekda. Menurutnya, Sekda juga menyebut pemberian tersebut sebagai tradisi yang sudah biasa dilakukan.

"Waktu itu Pak Sekda juga menjawab 'iya benar, ini uang tradisi. Dia ini ngomong tradisi itu sudah biasa seperti ini'," ujar Fadia.

Baca selengkapnya di sini

(idh/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |