loading...
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengungkapkan, secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hingga Juli 2026. Foto/Dok
BANDAR LAMPUNG - Bank Indonesia (BI) mencatat adopsi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ) terus tumbuh pesat di seluruh penjuru tanah air. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengungkapkan, secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hingga Juli 2026.
“Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar,” kata Filianingsih dalam acara Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Pertumbuhan ini diimbangi oleh perluasan jaringan merchant atau pedagang yang menerima pembayaran QRIS hingga mencapai 45 juta unit usaha. “Lalu merchant pedagangnya yang menerima QRIS itu sudah 45 juta ya. Ini lebih besar daripada penduduk tetangga ya,” ujarnya.
Baca Juga: BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Usaha Mikro per 1 Oktober 2026
Dari sisi pengguna, masyarakat yang memanfaatkan layanan QRIS telah menyentuh angka 67 juta orang. Ekosistem ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur penyedia jasa pembayaran yang luas.
“Dan penggunanya juga sudah 67 juta ya termasuk tadi ya teman-teman juga ya 67 juta. Dan ini terus meningkat dan QRIS ini dilayani oleh 96 bank, 60 non-bank, dan 4 switching,” kata Fili.
Selain penguatan di pasar domestik, Filianingsih menekankan bahwa QRIS telah merambah ke tingkat internasional lewat fitur transaksi lintas negara (cross border). “Dan kita bukan cuman jago kandang ini QRIS ya, QRIS ini sudah cross border,” ujar dia.


















































