Trump Beri Sinyal Perang Iran Akan Berakhir, RI Serukan Hentikan Serangan

9 hours ago 5

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal bahwa perang melawan Iran saat ini sudah hampir selesai. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa Indonesia terus menyerukan agar perang diakhiri.

"Mengenai situasi di Timur Tengah, Indonesia telah menyampaikan sikap yaitu menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela saat ditanya soal pernyataan Trump tersebut, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabyl menyebut Indonesia tentu akan mengutamakan prinsip hukum internasional. Apalagi, katanya, terkait kekerasan teritorial negara.

"Indonesia juga menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara," katanya.

Lebih lanjut, Nabyl menyebut Indonesia meminta pihak yang terlibat perang agar melakukan dialog untuk menyelesaikan konflik.

"Kita juga mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi," katanya.

Pernyataan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran saat ini sudah "sangat tuntas". Trump menyebut Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

Pernyataan terbaru Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026), disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.

Militer AS sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer, yang diberi nama "Operation Epic Fury" ini.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.

Lebih lanjut, Trump juga menyebut bahwa AS "sangat jauh" melebihi perkiraan awal untuk durasi perang, yang sebelumnya diperkirakan oleh Trump sendiri akan berlangsung selama 4-5 minggu.

"Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal," sebutnya.

(azh/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |