Terungkap Brankas Isi 74 Kg Emas Tersembunyi di Balik Dinding

3 hours ago 1
Jakarta -

Polisi melakukan pengusutan 3 kasus korupsi dan penggeledahan di 12 lokasi. Dalam penggeledahan rumah mewah di Sentul, Bogor, polisi menemukan 74 kg emas batangan dalam brankas yang tersembunyi di balik dinding.

Dirangkum detikcom, rangkaian penggeledahan dilakukan polisi pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan ini berkaitan langsung dengan penyidikan kasus korupsi di lingkungan PT PLN (Persero), PT ASABRI (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Saat menggeledah salah satu rumah di Sentul, Jawa Barat, polisi menemukan sebuah brankas yang berukuran jumbo.

Berdasarkan video yang diterima detikcom, polisi menggunakan atribut jaket reserse warna biru tengah membuka salah satu dinding bermotif kayu warna cokelat. Saat dinding dibuka, ditemukan pintu brankas besar warna putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinding warna cokelat tersebut terlihat seperti tidak memiliki ruang di baliknya. Namun, saat dibuka oleh petugas kepolisian, terlihat jelas bahwa ada brankas berukuran besar.

Proses pembongkaran brankas berisi 74 Kg Emas yang ditemukan dari penggeledahan rumah di BogorProses pembongkaran brankas berisi 74 Kg Emas yang ditemukan dari penggeledahan rumah di Bogor. (Foto: Dok. Istimewa)

Tim penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya kemudian menyita brankas jumbo yang tersembunyi tersebut.

Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto mengatakan barang bukti tersebut ditemukan dalam brangkas terkunci dan tersimpan di dalam tujuh koper. Polisi juga menemukan uang asing yang ditemukan dalam pecahan dolar Amerika dan Singapura dalam brankas itu.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800, kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7) dini hari.

Totok belum menjelaskan siapa pemilik rumah tersebut. Diduga, penggeledahan dilakukan terkait penanganan tiga kasus korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.

"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," kata Totok menjawab pertanyaan terkait pemilik rumah yang digeledah.

"Tadi sudah dijelaskan, nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan," imbuh Totok yang didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.

Polisi menggeledah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang diduga terkait 3 kasus korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Dari lokasi, polisi membawa 7 koper dan tas berisi barang bukti uang dan emas batangan dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis).

7 Koper Disita Polisi

Koper berisi barang bukti tersebut dibawa petugas sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis (9/7). Dengan penjagaan ketat petugas Brimob bersenjata lengkap, satu persatu koper dan tas dimasukkan ke rantis yang sudah disiapkan. Setiap koper terdapat tulisan yang menjelaskan isi di dalamnya.

Salah satunya tertulis 'Koper 2. 25 Batang Emas 1 KG'. Sedangkan pada tas besar hitam dengan lis merah, tampak tertulis 'KOPER 3' dengan tulisan di bawahnya, 26.700 dua puluh enam ribu tujuh ratus lembar pecahan USD 100, kemudian '2.400 (Dua Ribu Empat Ratus) lembar pecahan SGD 1.000 dan '16 (enam belas) lembar pecahan SGD 100.

Barang yang didapat dari penggeledahan itu kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya. Pantauan detikcom, barang bukti itu tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pukul 10.20 WIB.

Koper isi emas batangan hasil sitaan rumah di Sentul tiba di Polda Metro Jaya (Wildan/detikcom)Koper isi emas batangan hasil sitaan rumah di Sentul tiba di Polda Metro Jaya. (Wildan/detikcom)

Tampak kendaraan taktis (Rantis) Polisi membawa koper-koper berisi emas dan barang bukti lain dikawal puluhan anggota Brimob. Saat diturunkan, terlihat tulisan 'emas batangan' di bagian luar koper yang disita polisi.

Petugas tampak bergotong royong mengangkat koper berisi emas batangan itu. Tampak ada seseorang yang diamankan dan dibawa masuk ke gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Cerita Ahli Kunci Bantu Bongkar Brankas

Seorang ahli kunci dilibatkan untuk membongkar brankas tersebut. Sang ahli kunci datang ke lokasi setelah ditelepon polisi.

"Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelepon suruh datang ke sini, suruh bantu katanya ada kerjaan suruh bongkar brankas," kata Roy, ahli kunci asal Ciawi Bogor, saat ditemui di Sentul, Bogor, Kamis (9/7).

Roy mengatakan brankas yang ditemukan polisi di lokasi penggeledahan termasuk jenis yang mahal dan memiliki kualitas keamanan baik. Roy menyebut, setelah menjebol kunci manual, pembongkaran dilanjutkan menggunakan mesin pemotong atau gurinda.

"Istimewa itu brankasnya. Perkiraan harganya Rp 20 jutaan lebih. Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu," kata Roy.

"(Di dalam) langsung aja, gerak cepat, langsung digurinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan," imbuhnya.

Roy menyebutkan, lokasi brankas berada di lantai dua rumah yang dikamuflasekan. Dibalik pintu brankas, kata Roy, terdapat ruangan dengan luas sekitar 1,5 meter.

"Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu, Pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan," kata Roy.

"Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan nggak masuk," imbuhnya.

Atensi Langsung dari Presiden Prabowo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Secara keseluruhan, polisi menggeledah 12 lokasi di wilayah Jabodetabek, yang terdiri atas kantor perusahaan, tempat usaha, hingga rumah pribadi. Berikut daftar 12 lokasi yang digeledah:

1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat;
2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara;
3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat;
4. Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan;
5. Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan;
6. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan;
7. Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan;
8. Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan;
9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan;
10. Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan;
11. Rumah Sdri. MILDK, Apartemen Pacific Place;
12. Rumah di Sentul, Kab. Bogor.

(lir/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |