Teguran, Suspend hingga Sidak BGN Usai Viral Pria Joget di Dapur MBG

5 hours ago 8
Jakarta -

Viral seorang pria joget di sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berujung permintaan maaf. Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini disuspend hingga disidak langsung Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam unggah video di media sosial, seorang pria berjoget diiringi musik di dalam sebuah ruangan. Di ruangan itu terpampang logo BGN.

Netizen menyayangkan aksi mitra MBG itu joget-joget. Pria tersebut kemudian membalas komentar netizen dengan memamerkan pendapatan harian dari program itu sebesar Rp 6 juta per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyayangkan aksi pria tersebut. Dia mengaku kecewa terhadap pria yang merupakan mitra pemilik SPPG tersebut.

"Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," ujar Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

Nanik juga menyoroti aksi pria tersebut lantaran berada di dapur MBG tanpa APD.

"Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya," ujarnya.

Aksi joget seorang pria pemilik dapur SPPG viral di media sosial dan membuat netizen geram. Dinarasikan seorang pria yang diketahui bernama Hendrik Irawan tersebut flexing penghasilan Rp 6 juta per hari dari usaha SPPG yang dimilikinya.Badan Gizi Nasional pun merespons hal tersebut. Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang, menyebut pihaknya telah memberikan teguran keras. BGN juga telah men-suspend dapur miliknya lantaran tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis (juknis)Aksi joget seorang pria pemilik dapur SPPG viral di media sosial dan membuat netizen geram.

Ditegur Keras

Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN telah menemui pria tersebut dan memberi teguran keras.

"Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras," imbuhnya.

Nanik menyebut BGN telah memantau SPPG milik pria tersebut dan membekukan sementara (suspend). SPPG milik pria itu di-suspend lantaran tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) setelah dicek BGN.

"Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," katanya.

BGN Tegaskan SPPG Bukan Bisnis

Nanik mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, pria viral tersebut memiliki tujuh SPPG. Nanik mengingatkan kepemilikan SPPG bukan proyek bisnis.

"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tambahnya.

Nanik menegaskan pihaknya membekukan sementara (suspend) satu SPPG milik pria tersebut setelah diketahui tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis). Sementara, keenam SPPG milik pria itu masih belum beroperasi dan akan diawasi ketat BGN selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.

"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelas dia.

Sidak Langsung BGN

BGN langsung menyidak SPPG yang jadi lokasi pria joget di dapur. Sidak itu dipimpin oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro.

Dalam sidak itu, Brigjen Doni mengamati ruangan sekitar SPPG.

"Seharusnya, Mas, tempat, nih susah juga. Kita mau lewat mana, kan susah nih, Mas, ya kan?" ujar Brigjen Doni, dalam video yang dilihat, Rabu (25/3/2026).

Soerang pria kemudian menjelaskan kepada tim BGN mengenai keadaan SPPG-nya. Brigjen Doni lantas memberikan sejumlah instruksi terhadap pria pemilik SPPG tersebut.

"Ini, Mas, begini, Mas, yang ini, ini dikasih pintu saja. Ini bisa dijadikan tempat untuk gudang. It's OK. Seharusnya nggak boleh, Mas, seharusnya itu dari ompreng itu ke tempat packing. Ini melewati tempat loading area, ini kan loading area ini, Mas, kotor tempatnya. Jelas, ya. Ini pintu ya kita fungsikan aja, Mas," ujar Brigjen Doni.

Pria pemilik SPPG itu terlihat mendengarkan instruksi mengenai pembenahan dapurnya. "Siap, Mas, mau ditutup siap, Pak," katanya.

Pemilik SPPG Minta Maaf

Pemilik SPPG tersebut kini menyampaikan permohonan maaf. Dari penelusuran, pria tersebut merupakan mitra MBG asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

detikJabar sudah berusaha mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon terkait video viral itu tapi belum ada respons dari yang bersangkutan.

Namun dalam video terbarunya, Hendrik Irawan mengunggah permintaan maaf atas aksi nyelenehnya. Dia memohon maaf kepada netizen karena ramai hujatan atas aksi joget-jogetnya yang viral.

"Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Hendrik dalam unggahannya.

Dia juga membahas keuntungan Rp 6 juta yang didapatkan per hari. Keuntungan Rp 6 juta itu sebetulnya merupakan insentif yang ia dapatkan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah," kata Hendrik.

Ia juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program tersebut.

"Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi," ujar Hendrik.

Saksikan Live DetikPagi :

(idn/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |