TAP Untuk Negeri Buka Akses Pasar Madu Kelulut UMKM Muara Lesan

1 week ago 8

Jakarta -

Madu kelulut (Trigona spp.) memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan karena mengandung antioksidan, flavonoid, dan senyawa fenolik. Kandungan ini berpotensi membantu menjaga daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, serta mendukung kesehatan pencernaan dan penyembuhan luka.

Di balik manfaatnya bagi kesehatan, budidaya lebah kelulut juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Lebah kelulut merupakan penyerbuk alami berbagai jenis tanaman sehingga keberadaannya turut mendukung kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.

Potensi tersebut kini dikembangkan masyarakat Kampung Muara Lesan melalui Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dijalankan PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk. Lewat program ini, warga membudidayakan lebah kelulut sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan pasar domestik melalui peningkatan konsumsi produk lokal menjadi strategi penting untuk menjaga perekonomian nasional.

TAP Untuk Negeri Perluas Akses Pasar UMKM Madu Kelulut

Melalui Program DMPA, TAP Untuk Negeri membantu membuka akses pasar bagi madu kelulut produksi masyarakat Kampung Muara Lesan melalui koperasi karyawan AAPA. Langkah ini memberikan kepastian pasar bagi produk lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Sebagai tahap awal pemasaran, madu kelulut dipasarkan melalui koperasi karyawan AAPA. Produk tersedia dalam kemasan 75 ml dan 100 ml, serta dapat dibeli oleh karyawan maupun masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap produk lokal hasil budidaya masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Madu Kelulut Muara Lesan, Lasiman mengatakan selama ini tantangan utama yang dihadapi kelompok bukan pada proses produksi, melainkan pemasaran.

"Sebelumnya kami kesulitan memasarkan hasil panen. Sekarang madu kelulut sudah bisa dipasarkan melalui koperasi karyawan AAPA sehingga kami lebih semangat menjaga kualitas produk dan mengembangkan usaha ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran koperasi karyawan AAPA sebagai mitra pemasaran diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran produk masyarakat. Akses pasar yang lebih jelas juga memberi kepastian bagi warga untuk terus menjaga kualitas produk sekaligus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Melalui DMPA, TAP Untuk Negeri mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pengawasan, tetapi juga dengan menciptakan sumber penghidupan yang memberikan manfaat ekonomi dari hutan yang tetap lestari. TAP percaya desa-desa di sekitar wilayah operasional dapat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, sejahtera, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Melalui Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), TAP Untuk Negeri mendorong pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang sejalan dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pengawasan, tetapi juga dengan menciptakan sumber penghidupan yang bergantung pada kelestarian hutan.

Dengan cara tersebut, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus merusak kawasan hutan. Semakin lestari hutan, semakin baik habitat lebah kelulut, sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat pun dapat terus berkelanjutan.

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |