loading...
Indonesia perlu memperkuat aliansi dengan negara-negara produsen sawit lainnya. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Indonesia perlu memperkuat aliansi dengan negara-negara produsen sawit untuk menjaga posisi tawar, akses pasar, dan stabilitas komoditas yang menyumbang devisa lebih dari USD20 miliar atau sekitar Rp356 triliun per tahun. Penguatan kerja sama dinilai penting untuk menghadapi hambatan perdagangan sekaligus menjaga daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.
"Sawit merupakan salah satu sumber devisa utama Indonesia. Karena itu, Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin dalam pernyataannya dikutip pada Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Aktivitas Manufaktur RI Bangkit, Industri Kembali Masuk Fase Ekspansi
Menurut dia Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi negara-negara produsen sawit dalam menyuarakan kepentingan bersama dan memperkuat posisi komoditas tersebut dalam perdagangan global. Namun, peran CPOPC perlu ditingkatkan agar tidak sebatas menjadi forum dialog, melainkan menghasilkan aksi bersama dalam diplomasi perdagangan, keberlanjutan, promosi, pengembangan pasar, dan riset.
"Peran ke depan perlu ditingkatkan agar tidak berhenti pada forum dialog, tetapi menghasilkan aksi bersama dalam diplomasi perdagangan, keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar, dan riset. Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari USD20 miliar per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional," katanya.
Saleh juga mendorong Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), menjadi katalisator kerja sama internasional dengan memanfaatkan dana sawit untuk mendukung riset bersama, promosi dan diplomasi sawit, penguatan standar keberlanjutan, pengembangan pasar baru, serta pertukaran teknologi.

















































