Kisah Pemuda Pendosa yang Mendapat Kemuliaan karena Mencintai Nabi Muhammad SAW

7 hours ago 4

loading...

Kisah pemuda pendosa ini menarik disimak, perilakunya buruk sehingga dipandang rendah dan diajuhi. Namun, di balik itu pemuda tersebut ternyata menyimpan kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Foto ilustrasi/ist

Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam merupakan sosok mulia yang patut dicintai, dihormati, dan dijadikan teladan dalam kehidupan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memperingati kelahiran beliau yang dikenal sebagai Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awal .

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi bentuk ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan menumbuhkan kecintaan kepada beliau.

Kisah mengenai hal tersebut diceritakan Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I‘anatut Thalibin (Kairo, Mustafa Al-Babi Al-Halabi: 1356 H), Juz III, halaman 365. Dalam kitab tersebut dikisahkan tentang seorang pemuda di Bashrah pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid. Pemuda itu dikenal masyarakat sebagai seorang pendosa . Perilakunya yang buruk membuat masyarakat memandang rendah dan menjauhinya.
Namun, di balik kehidupannya yang penuh dosa, pemuda tersebut ternyata menyimpan kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Setiap kali memasuki bulan Rabiul Awal, ia selalu melakukan kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya. Ia mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, berhias, mengadakan jamuan sederhana, serta membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Rabiul Awal Bulan Maulid, Ini Keutamaan Memperbanyak Selawat kepada Nabi Muhammad SAW

Kebiasaan tersebut terus dilakukannya setiap tahun hingga akhirnya ajal menjemput.

Pemuda Pendosa Itu Mendapat Penghormatan Saat Wafat

Ketika pemuda tersebut meninggal dunia, masyarakat Bashrah pada awalnya tidak memberikan perhatian. Mereka bahkan merasa tidak perlu memberikan penghormatan terakhir karena selama hidupnya pemuda itu dikenal sebagai orang yang banyak melakukan dosa.

Ia pun meninggal dalam keadaan sepi tanpa penghormatan dari masyarakat sekitar.

Namun, sebuah peristiwa kemudian membuat penduduk Bashrah terkejut. Hampir seluruh masyarakat mendengar suara yang sama.

"Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah."

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |