Gianyar -
Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar laboratorium rahasia narkoba jenis mephedrone atau 'party drug' yang dikendalikan jaringan asal Rusia. Bekerja secara senyap, jaringan ini menyulap kamar mandi vila menjadi laboratorium narkoba.
Operasi gabungan BNN bersama Bea Cukai, Imigrasi, dan Polda Bali ini menangkap dua orang WN Rusia, yakni NT alias KK dan ST, pada Kamis (5/3) di Villa Lavana De'Bale Marcapada, Blahbatuh, Gianyar.
"Produksi dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita sampai pukul 04.00 Wita. Di Villa Lavana, pelaku NT tidak pernah tinggal menetap selain untuk produksi, melainkan menyewa vila lain dan homestay untuk tempat istirahat," ujar Kepala BNN Suyudi Ario Seto, dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Mephedrone merupakan narkotika golongan I yang termasuk dalam kelompok katinon sintetis. Zat ini memiliki efek stimulan dan halusinogen yang kuat, sehingga sering disebut sebagai designer drug atau party drug. Penggunaan zat ini dapat menimbulkan dampak berbahaya seperti peningkatan detak jantung, halusinasi, perilaku agresif, kerusakan sistem saraf, hingga risiko kematian akibat overdosis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaringan tersebut mengambil sebagian bahan baku dari China. Setelah peralatan dan bahan baku terkumpul, tersangka NT memproduksi 'party drug' di dalam kamar mandi vila.
Sindikat ini bekerja secara terorganisasi, menjadikan vila sebagai tempat produksi. Party drug dibuat di dalam kamar mandi supaya limbahnya tidak terdeteksi.
Dalam operasi ini, petugas menyita sejumlah barang bukti antara lain narkotika jenis mephedrone padatan sebanyak kurang lebih 644 gram dan dalam bentuk cairan sebanyak 7.250 mililiter, sehingga total berat bruto menjadi 7.894 gram (7,8 kg).
Selain narkotika jadi, ditemukan juga berbagai prekursor atau bahan baku padatan sebanyak 2.600 gram (2,6 kg) dan cairan sebanyak 219.780 mililiter (219,7 kg) yang diduga kuat digunakan untuk memproduksi mephedrone. Bahan tersebut ditemukan di vila maupun di dalam mobil.
Selain itu ditemukan pula sejumlah prekursor cair. Berbagai peralatan produksi clandestine lab seperti timbangan digital, fruit dryer, masker respirator, kertas saring, erlenmeyer, panci, syringe, jeriken, dan magnetic stirrer.
"Tim laboratorium telah melakukan uji cepat terhadap material yang ditemukan dan terkonfirmasi positif mengandung narkotika golongan I jenis mephedrone," tuturnya.
Setelah satu bulan, pelaku NT menyewa tempat lain yaitu Villa Rena's Kubu dan Lavana yang kemudian digunakan sebagai tempat penerimaan paket. Vila tersebut ditempati oleh pelaku lain dengan inisial ST selama dua bulan.
"Setelah paket bahan dan alat tersebut diterima oleh ST, barang-barang tersebut diserahkan kepada NT dengan cara dead drop atau sistem tempel untuk dikumpulkan di Villa Lavana," tuturnya.
(mea/dhn)
















































