Siasat Golden Triangle Umpetin Sabu di Kandang Kambing Dibongkar BNN

2 hours ago 2
Jakarta -

Peredaran narkoba di Aceh dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN). Pelaku terungkap sindikat dari Segitiga Emas atau Golden Triangle menyembunyikan narkoba di kandang kambing.

Dirangkum detikcom, Kamis (5/2/2026), Plt Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan mengatakan awalnya BNN mengamankan 100 kilogram di Aceh Timur. Barang itu ditemukan dari kurir berinisial M sebagai kurir narkoba atas perintah IB.

"Jumlah barang bukti sebanyak 100 kilogram tepatnya di daerah Perlak (Aceh Timur). Sehingga pada saat itu sebagai pengendali yang namanya IB, kita minta bantuan dari BNNP Aceh untuk dilakukan pengejaran," ujar Roy dalam jumpa pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu, tersangka M membawa mobil berisi narkoba. Berdasarkan hasil penggeledahan, ditemukan 5 karung plastik warna kuning yang masing-masing berisi 20 bungkus berisi sabu dengan berat 100 kg. Dari tangan M juga disita 1 unit mobil hingga 2 buah handphone.

Disembunyikan di Kandang Kambing

Dari tangkapan M, BNN kemudian menelusuri pelaku lain hingga pelaku berinisial B ditangkap di Bireuen pada 4 Februari. Di sana BNN menemukan 60 kilogram sabu yang disembunyikan di kandang kambing.

"Dari Bireuen kita menggiring yang bersangkutan untuk mencari barang bukti yang disimpan. Ternyata yang bersangkutan bersama-sama dengan satu orang lagi namanya A menyimpan barang bukti sebanyak 60 kilogram di bawah satu lokasi namanya Kandang Kambing, jadi ditanam di tanah," jelasnya.

Hasilnya, BNN mengamankan sabu dengan berat total 160 kg. Roy kemudian menyebut tersangka menggunakan modus baru dalam pengemasan narkoba dengan menggunakan bungkus kopi.

"Bedanya kemasan yang selama ini rekan-rekan paham saat ini adalah ada kemasan kopi. Ini kemasan kopinya bertuliskan 'Guatemala Antigua,' kalau yang selama ini sama-sama hijau kemasan teh, tapi yang kita tangkap ini ada kemasan baru yang setelah kita telusuri ternyata ini ada korelasinya dengan satu sindikat internasional jaringan Segitiga Emas (Golden Triangle)," katanya.

Dalam proses pengembangan kasus ini, BNN menemukan jalur peredaran narkoba ini ada koneksi dengan pemasok di Malaysia. Mereka diduga jadi sindikat dari Segitiga Emas atau Golden Triangle.

"Kemudian, setelah ditelusuri oleh jaringan intelijen kita, ternyata sindikat ini terkoneksi dengan supplier yang ada di Malaysia. Sehingga kalau kita bisa menyimpulkan sementara, indikasinya atau sindikat jaringan internasional berada di wilayah jaringan Segitiga Emas," imbuh dia.

Kepala BNN: Narkoba Isu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Kriminalitas

Sebelumnya, Komjen Suyudi menyatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.

"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa," kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Mantan Kapolda Banten itu kemudian menyebutkan masalah narkoba merupakan isu kemanusiaan. Dia mengatakan narkoba bukan sekadar kriminal.

"Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara," ujarnya.

(whn/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |