Sespimti Polri Gembleng Para Calon Jenderal Jadi Pemimpin Berbasis Data

5 hours ago 4
Jakarta -

Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 tahun anggaran 2026 menggembleng para peserta didik (serdik) dengan pola kepemimpinan digital berbasis data. Langkah tersebut ditujukan untuk melahirkan calon jenderal dan pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dikutip dari keterangan tertulis Polri, Kamis (25/6/2026), pola pendidikan komprehensif itu dipertajam lewat Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6) lalu. Para peserta didik digembleng dengan pola kepemimpinan berbasis data sebagai upaya mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri serta mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional yang inklusif.

Sebagai program pendidikan elite Lemdiklat Polri, Sespimti Angkatan 35 yang dibuka resmi sejak 20 Januari 2026 ini mengusung moto 'CERDAS' yang merupakan singkatan dari 'Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis'. Total, ada 57 peserta didik yang tengah digembleng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka terdiri atas 47 personel Polri, delapan personel TNI, satu perwakilan Kejaksaan Agung, dan satu perwakilan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain materi kepemimpinan tingkat tinggi, para peserta didik juga dituntut mengasah empati sosial secara nyata di lapangan.

Sentuhan Empati Sosial: Bedah Rumah dan Bansos Longsor

Para serdik menginisiasi program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kabupaten Bandung Barat. Mereka bergotong-royong merenovasi total rumah lapuk berbahan bilik bambu milik pasangan lansia, Lili (73) dan Sumarsih (63), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat.

Bedah rumah itu tuntas dalam waktu 13 hari. Rumah yang dihuni sejak 1983 tersebut disulap menjadi hunian permanen berukuran 5×6 meter yang layak dan aman.

Para peserta didik juga telah melakukan aksi kemanusiaan kilat saat bencana tanah longsor di Cisarua, Desa Pasirlangu, Senin (26/1). Para perwira saat itu turun langsung menyalurkan bantuan logistik mendesak ke posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu berupa beras, susu, mi instan, kasur lipat, hingga selimut.

"Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujar Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35 Kombes Yudhis Wibisana.

Dialog Kebangsaan dan Penguatan Lapangan lewat PKDN

Wawasan kepemimpinan digital para peserta didik juga diasah lewat Dialog Kebangsaan di Bandung Barat, Rabu (6/5). Dialog itu menghadirkan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto yang mengupas tuntas digitalisasi pelayanan publik menuju birokrasi modern.

Purwadi mengingatkan peran krusial seorang pemimpin di era kecerdasan buatan. Di mana, kecepatan respons lapangan menjadi kunci kepercayaan publik.

"Pemimpin tidak bisa di-digitalisasi," demikian pesan Purwadi saat itu.

Para serdik juga dibekali orientasi lapangan mendalam melalui Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN). PKDN yang mengusung tema pembangunan keutamaan pendidikan berbasis moral dan literasi itu dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam mengawal pembangunan nasional.

Berguru 'Smart Policing' Tingkat Dunia ke Shanghai

Sespimti Polri Dikreg ke-35 juga memboyong para perwira terbaiknya ke luar negeri dalam program Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN). Pada 20 Mei 2026, delegasi melakukan kunjungan strategis ke KJRI Shanghai, China.

Rombongan saat itu membedah implementasi konsep smart city dan smart policing di Shanghai yang menjadi salah satu model pengelolaan keamanan publik berbasis teknologi paling maju di dunia. Mereka mengunjungi Shanghai Police College hingga Yangpu Branch Public Security Bureau untuk mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), big data, dan cloud computing dalam sistem komando terpadu.

Studi komparatif ini membuktikan keberhasilan keamanan publik berbasis teknologi wajib ditopang oleh budaya kerja digital dan integrasi data yang kuat. Pengalaman di China itu diharapkan menjadi referensi emas bagi Polri untuk memperkuat command center dan analitik kejahatan di tanah air, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi bilateral masif.

Uji Nyali Gagasan Kebijakan di 'Leader Expo'

Sebagai gong akhir dan puncak dari seluruh rangkaian pembelajaran, Sespim Lemdiklat Polri menggelar ajang bergengsi bertajuk 'Leader Expo'. Agenda tersebut menjadi wadah unjuk gigi bagi para serdik untuk memamerkan rekam jejak kualitas, transformasi, serta pemikiran inovatif mereka selama menempuh pendidikan.

Leader Expo itu menampilkan hasil karya berupa ide, gagasan, dan model kebijakan transformasional yang diformulasikan para peserta didik dipajang dan siap didebat secara terbuka oleh para penguji serta pembimbing. Pameran ini sekaligus menjadi bukti kesiapan para serdik untuk diterjunkan ke masyarakat sebagai pemimpin masa depan yang responsif, akuntabel, dan transformasional.

Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Midi Siswoko menjelaskan kegiatan Leader Expo merupakan salah satu bentuk publikasi dan ekspos seluruh naskah akademik yang ditulis Serdik selama pendidikan di Sespim. Dia berharap seluruh materi dan kegiatan yang dilakukan dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di era digital.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini, semoga dapat menginspirasi para pihak agar ke depan Sespim Polri semakin maju dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di era digital" jelas Midi.

(haf/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |