Istana Jelaskan Konsep Ambulans Udara-Dokter Terbang yang Dicanangkan Prabowo

3 hours ago 3

Jakarta -

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan terkait terobosan layanan kesehatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mengenai dokter terbang dan ambulans udara. Pras awalnya bercerita gagasan itu dipicu dari persoalan minimnya profesi dokter

"Jadi hasil cek kesehatan gratis, salah satu datanya yang tertinggi penyakit atau masalah kesehatan yang dihadapi rakyat kita adalah salah satunya dokter gigi. Nah, problemnya adalah profesi dokter, apalagi kalau bicaranya dokter spesialis atau dokter gigi, itu bukanlah profesi yang mudah untuk dicapai atau diraih karena membutuhkan individu-individu yang betul-betul memiliki kemampuan di atas rata-rata. Nah, itu kalau kita bicara dari sisi jumlah kekurangan," kata Pras kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Karena itu, pemerintah terus mencari terobosan untuk mengatasi persoalan kekurangan dokter. Di sisi lain, pemerintah secara paralel meningkatkan jumlah dokter baru sesuai kebutuhan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, kemudian kalau kita bicara lantas bagaimana cara mengatasinya kan? Maka kan ada beberapa hal, satu sumber daya calon dokternya, yang kedua lembaga pendidikan untuk mendidik dokternya. Karena menjadi dokter itu tidak mudah ya, sampai bisa praktik itu rata-rata dibutuhkan enam sampai tujuh tahun," ujarnya.

"Nah, itu yang menjadi pekerjaan rumah kita, maka kemudian kita berusaha keras untuk mencari terobosan-terobosan atau cara-cara bagaimana bisa mengatasi kesulitan rakyat sambil secara paralel proses-proses kita melahirkan dokter-dokter baru sesuai dengan yang kita butuhkan dapat terpenuhi gitu. Dari 10.000 puskesmas yang kita miliki, Menteri Kesehatan melaporkan, contoh saja, ini dokter gigi, itu hanya tersedia di kurang lebih 40 persennya. Jadi 60 persen atau kurang lebih 6.000 puskesmas kita itu tidak atau belum memiliki dokter gigi," lanjut Pras.

Pras mengatakan konsep dokter terbang sama seperti dokter keliling. Hal itu digagas karena begitu luasnya wilayah Indonesia, namun layanan kesehatan masih belum menjangkau ke semua wilayah.

"Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling atau mobile dentist car tadi. Nah, kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata, maka kemudian kan kemarin juga disampaikan target pemerintah secepat-cepatnya ini untuk bisa memperbaiki seluruh Puskesmas kita, memperbaiki RSUD-RSUD kita dengan harapan memperpendek baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh," ujarnya.

Dari situ juga muncul ide ambulans udara yang berbasis helikopter. Pras mengatakan ambulans udara itu bentuk reaksi cepat layanan kesehatan yang bisa menjangkau seluruh daerah terpecil.

"Nah, dari situlah sebenarnya muncul gagasan atau ide, dan di banyak negara memang juga tidak kemudian sudah menyeluruh ya, di beberapa negara, di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter. Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil. Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya kan tidak selalu seperti itu," ujarnya.

Pras belum menyebut kapan gagasan itu akan direalisasikan. Ia memastikan pemerintah terus menggencarkan perbaikan seluruh layanan kesehatan hingga pendidikan untuk rakyat.

"Jadi mohon izin juga untuk apa namanya tidak memperbanding-bandingkan kenapa menangani ini dulu atau ini dulu. Semuanya kita coba kerjakan sesuai dengan tentu saja ya sesuai memang dengan kemampuan kita sesuaikan. Manakala kita mampu sesungguhnya kita menghendaki semuanya bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," ujarnya.

"Jadi kalau pertanyaannya kapan dilakukan, semua sedang dikerjakan ya. Termasuk tadi yang saya cerita mengenai proses pendidikan untuk mencetak dokter-dokter itu kan juga sudah dilakukan beberapa tempat di beberapa fakultas kedokteran sudah mulai mempercepat proses itu, termasuk menambah jumlah apa namanya mahasiswa atau kuota penerimaan untuk calon-calon dokter," lanjut Pras.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyiapkan terobosan layanan kesehatan untuk masyarakat di daerah terpencil. Pemerintah akan membuat ambulans udara menggunakan helikopter hingga pesawat kecil. Prabowo mengatakan ambulans udara tersebut disiapkan agar masyarakat yang sakit tetap bisa dievakuasi meski tinggal di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan darat.

"Negara harus hadir sedekat mungkin dengan rakyat, untuk itu kita akan buat ambulans udara dengan heli dan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, pasir, sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa tidak dievakuasi ketika dia sakit," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mendapat laporan mengenai ibu yang meninggal saat melahirkan karena harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam menuju fasilitas kesehatan. Karena itu, pemerintah akan mencari cara agar warga yang membutuhkan pertolongan medis tidak terhambat jarak dan kondisi geografis.

"Untuk itu kita harus cari terobosan, salah satu jalan ada ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang," kata Prabowo.

(eva/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |