Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menerima laporan dari berbagai perwakilan di kawasan Timur Tengah mengenai situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan atas meningkat dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah.
"Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania," tulis Kemlu RI di X, Senin (9/3/2026).
Pemerintah RI menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi," tulis Kemlu.
Selanjutnya, pemerintah terus memantau secara dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah siapkan langkah kontingensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara.
Perang AS-Israel dan Iran berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia. Presiden AS Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak imbas perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Trump menilai lonjakan harga minyak itu sebagai pergerakan jangka pendek dan merupakan 'harga yang sangat kecil untuk dibayar'. Trump, seperti dilansir Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3), mengatakan lonjakan harga minyak akan turun dengan cepat 'ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir'.
"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan Dunia, dan Keamanan dan Perdamaian," tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.
Sementara itu, militer Iran mengonfirmasi sedikitnya 104 awak kapal perangnya tewas akibat serangan torpedo AS di lepas pantai Sri Lanka pekan lalu.
Sebanyak 32 awak lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di perairan berjarak ribuan kilometer jauhnya dari pantai Iran itu. Demikian pernyataan militer Iran seperti dilansir Reuters, Senin (9/3).
(rfs/imk)

















































