Kedai bakso di kawasan Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), ramai disorot di media sosial karena dianggap menyerobot trotoar. Satpol PP Kecamatan Cilincing menyatakan sudah mengecek lokasi kedai bakso tersebut.
Kasatpol PP Kecamatan Cilincing Roslely Tambunan mengatakan pihaknya mengecek lokasi kedai bakso setelah muncul laporan dari warga. Dia mengatakan lokasi kedai bakso tersebut bukan trotoar, melainkan area parkir milik masjid.
"Saya monitor itu dan memang saya ke lokasi. Menurut saya juga seperti itu pelanggaran kalau di trotoar, tapi di situ bukan trotoar. Di situ belum ada trotoar," kata Roslely saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roslely menjelaskan area yang ditempati pedagang bakso merupakan halaman sekaligus lokasi parkir masjid. Status lahannya, kata dia, masih menjadi bagian dari aset masjid.
"Itu adalah lokasi parkirnya masjid. Saya sudah tanyakan juga ke Ketua Pengurus Masjid, Pak Haji Beni, bahwa itu masih bagian lahan milik masjid," ujarnya.
Menurutnya, pedagang berjualan di lokasi tersebut atas izin pengurus masjid. Namun, Satpol PP tidak mengetahui detail apakah ada skema sewa atau tidak antara pengurus masjid dan kedai bakso.
"Dia berjualan di situ atas seizin masjid. Soal nyewa atau tidak, saya enggak tahu detailnya, tapi diizinkan sama masjid," tuturnya.
Roslely menegaskan pihaknya tidak bisa serta-merta melakukan penertiban jika tidak ada pelanggaran aturan. Ia menyebut tindakan tanpa dasar justru bisa menimbulkan persoalan baru.
"Kalau kita asal gerebek, nanti dibilang melanggar hak dan lain-lain. Kalau memang itu satu kesalahan, pasti kita tindak. Kami sudah cek lagi lewat kelurahan juga, dan sudah disampaikan pihak masjid itu memang aset mereka," katanya.
Satpol PP juga mendalami kabar parkir liar di area kedai bakso. Satpol PP tak menemukan praktik parkir liar rutin di lokasi tersebut. Ia menyebut parkir digunakan untuk jemaah dan tidak dipungut biaya tetap.
"Tidak ada parkir liar. Itu parkir jemaah. Kalau pun ada orang dikasih uang, itu tidak setiap saat dan bukan setiap hari. Bapak yang sering terlihat di situ juga pemulung yang kadang duduk saja," ucapnya.
Ia menambahkan secara visual posisi lapak memang terlihat berada di tepi jalan. Namun setelah dicek, bangunan berada di bibir saluran dan masih masuk area lahan masjid, bukan di atas trotoar maupun saluran umum.
Satpol PP juga menindaklanjuti kabar viral di medsos soal tindakan tidak menyenangkan terhadap seorang lansia di dekat kedai bakso di Jalan Tipar Cakung. Petugas mendatangi lokasi warung bakso yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan pembinaan.
Langkah ini diambil guna memastikan ketertiban umum serta menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan etika di ruang publik.
"Kami menghimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tetap mengedepankan sikap santun kepada siapa pun. Dan untuk pengendara motor diimbau untuk tidak memberikan uang parkir di lokasi yang tidak resmi. Dan para Jukir Liar di ingatkan agar tidak memaksa atau meminta imbalan dari pengendara," kata Satpol PP Cilincing di Instagram @satpolpp_cilincing.
Saksikan Live DetikSore:
(bel/jbr)
















































