Puluhan Orang Diajak Nginap oleh Musuh, Berakhir Tewas Dibantai

3 hours ago 2
Jakarta -

Skotlandia penuh dengan cerita intrik politik berdarah. Salah satu yang terkenal yakni pembantaian di lembah Glen Coe.

Dilansir BBC, tragedi ini terjadi pada tahun 1692. Saat itu, di Dataran Tinggi Skotlandia ada beberapa klan besar yang bersaing. Salah satunya yakni Klan Donald yang kerap terlibat permusuhan dengan klan lainnya.

Klan Donald tinggal di lembah Glen Coe sejak abad ke-14. Kepala klan MacDonald dari Glen Coe adalah Alasdair MacDonald, yang dikenal sebagai MacIain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klan MacIain terus-menerus terlibat hukum kerajaan dan berkonflik dengan klan tetangga karena penyerangan, penjarahan, dan pencurian ternak.

Pada waktu itu, ada banyak klan Dataran Tinggi yang berpotensi menjadi ancaman bagi rezim baru di London di bawah Raja William dari Orange, dan banyak yang secara terbuka bersumpah setia kepada Raja Stuart yang digulingkan--James VII. Sedangkan Raja William sendiri lebih sibuk dengan perangnya melawan Raja Prancis, Louis XIV.

Di tengah situasi ini, muncul perintah agar para kepala klan menyatakan sumpah setia kepada Raja William paling lambat 1 Januari 1692. Awalnya, sumpah ini disertai dengan janji pembagian harta dan tanah untuk klan-klan yang dianggap sebagai ancaman, namun dalam prosesnya justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Salah satunya yang memanfaatkan ini yakni Sekretaris Negara, John Dalrymple, Master of Stair, yang merupakan penduduk Dataran Rendah. Dia tidak menyukai penduduk Dataran Tinggi Skotlandia dan memandang seluruh cara hidup mereka sebagai penghalang kemajuan Skotlandia. Dia berpikir akan lebih baik jika bersatu dengan Inggris. Dia sangat tidak menyukai klan MacDonald dari Glen Coe.

Pembantaian di Rumah Klan MacDonald

Saat musim dingin terburuk melanda Glen Coe pada tanggal 31 Desember 1692, MacIain, khawatir akan keselamatan klannya, berangkat ke Fort William untuk menandatangani sumpah. Dari sana ia dihalau oleh Kolonel John Hill, yang menjelaskan bahwa sumpah harus diucapkan di hadapan seorang sheriff. Tapi hal ini justru membuatnya melakukan perjalanan 60 mil ke Inveraray, kota utama musuh-musuhnya, klan Campbell.

Namun MacIain masih bisa memenuhi batas waktu tersebut jika ia tidak ditangkap oleh tentara Campbell yang bertugas di resimen Argyll. Mereka menahannya selama sehari, sementara ia ditahan selama beberapa hari lagi di Inveraray karena ketidakhadiran Sheriff, Sir Colin Campbell. Bahkan saat itu, MacIain harus memohon kepada Sheriff untuk menerima sumpah yang terlambat itu.

Di Edinburgh, Master of Stair bersama tim hukumnya menolak sumpah yang terlambat itu. Semuanya sudah siap untuk kehancuran yang telah direkayasa Stair untuk klan tersebut. Perintahnya jelas: MacDonald harus dibantai.

Namun kemudian, para prajurit kerajaan tiba di Glen Coe 12 hari sebelum pembantaian. Di sana mereka menawarkan kedamaian. MacDonald, menghormati mereka dengan ramah. Mereka memberi para prajurit tempat tinggal di rumah mereka sendiri. Selama 12 hari mereka hidup bersama.

Pada malam tanggal 13 Februari, badai salju menerjang Glen Coe, menyebabkan kondisi jarak pandang nol. Saat klan MacDonald tidur, para tamu berkumpul, menerima perintah mereka, dan mulai membunuh secara sistematis semua orang yang mereka temui. Setidaknya 38 orang tewas keesokan paginya, termasuk kepala klan, MacIain. Banyak lagi yang melarikan diri ke perbukitan.

Bangsa Skotlandia, meskipun terbiasa dengan perang dan pembunuhan, sangat marah atas kekejaman pembantaian Glen Coe.

Saksikan Live DetikPagi :

(rdp/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |