Jakarta -
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menggenjot perbaikan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini guna memulihkan konektivitas warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemulihan infrastruktur konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
Ia menjelaskan, tahap selanjutnya adalah meningkatkan kondisi infrastruktur yang saat ini masih bersifat fungsional menjadi permanen agar lebih kuat dan tahan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya ini difokuskan pada perbaikan jalan dan jembatan, baik nasional maupun daerah, agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal. Selain itu, distribusi logistik di tiga wilayah terdampak juga diharapkan tidak lagi mengalami hambatan.
Tito juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan ini, mulai dari TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
"Pekerjaan (memperbaiki infrastruktur) jalan terus. Saya menghargai betul upaya dari TNI/Polri yang tidak berhenti, kemudian juga BNPB semua bergerak, dan Menteri PU (Dody Hanggodo) juga luar biasa," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Berdasarkan data Satgas PRR per (18/4), infrastruktur jalan nasional dan daerah di tiga provinsi tersebut telah pulih secara fungsional. Di Aceh, seluruh 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang sebelumnya rusak kini telah kembali berfungsi.
Untuk jalan daerah di Aceh, sebanyak 1.521 dari total 1.638 titik sudah dapat digunakan. Sementara itu, 351 dari total 652 jembatan daerah juga telah kembali beroperasi.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara. Dari 30 jalan nasional dan 7 jembatan nasional yang sempat terdampak, seluruhnya kini telah pulih. Adapun jalan daerah yang telah berfungsi mencapai 607 dari total 616 titik, serta 343 dari 366 jembatan daerah sudah bisa dilalui.
Di Sumatera Barat, seluruh 31 jalan nasional dan 13 jembatan nasional yang rusak juga telah dapat diakses kembali. Selain itu, 149 dari 167 titik jalan daerah serta 97 dari 163 jembatan daerah telah kembali berfungsi.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut pemerintah akan memperkuat rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan anggaran, khususnya pada sektor Bina Marga.
Ia mengungkapkan anggaran sektor tersebut meningkat sebesar Rp7,61 triliun, dari sebelumnya Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun. Dana ini akan difokuskan untuk penanganan longsor serta rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional maupun daerah di wilayah terdampak.
"Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana," kata Dody.
(anl/ega)

















































