AS dan Inggris Pernah Hampir Perang Karena Seekor Babi

12 hours ago 7
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Inggris pernah hampir berperang karena dipicu matinya seekor babi. Kematian babi itu membuat kedua negara saling berpolemik terkait batas negara.

Dilansir The New York Times, peristiwa yang dikenal perang babi ini bermula dari sebuah pulau bernama San Juan. Pulau tersebut merupakan bagian dari AS.

Masalah dipicu saat pada tanggal 15 Juni 1859, Lyman Cutlar, seorang penggarap liar di pulau itu, menemukan seekor babi menjarah kentangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria Amerika yang kurus itu mengusir babi tersebut dari tanahnya berkali-kali. Uang $10 yang telah diinvestasikannya untuk sekantong bibit kentang lenyap setiap kali babi itu memakan kentangnya.

"Atas dorongan sesaat," katanya, "saya mengambil senapan saya dan menembak babi itu."

Cutlar kemudian mengakui bahwa dirinya salah. Tanah seluas 160 hektar miliknya berada di lahan sengketa yang dioperasikan oleh Perusahaan Teluk Hudson Kanada sebagai peternakan domba, yang dikelola oleh agennya, Charles Griffin, pemilik babi yang mati tersebut.

Cutlar menawarkan untuk mengganti hewan itu dengan salah satu hewan miliknya sendiri atau membayarnya dengan uang tunai.

Namun, tawaran ini membuat Griffin marah. Ia langsung menyasar identitas Cutlar sebagai orang Amerika.

"Kalian orang Amerika hanyalah pengganggu di pulau ini, dan kalian tidak punya urusan di sini."

Situasi semakin panas saat ujaran-ujaran provokatif semakin keluar. Begitu pula dengan ancaman untuk menangkap Cutlar dan mengadilinya di Victoria. Masalah ini pun menyalakan api konflik antara AS dan Inggris terkait wilayah perbatasan yang sudah lama terjadi.

Pada tahun 1846, Perjanjian Oregon menetapkan Garis Lintang ke-49 sebagai batas internasional antara Amerika dan koloni Inggris, dengan mengecualikan Pulau Vancouver. Namun, kewarganegaraan warga di Kepulauan San Juan masih belum terselesaikan.

Kematian babi hutan pada tahun 1859 mengakhiri kebuntuan yang penuh duri itu. Para pemukim Amerika meminta perlindungan militer AS.

Kemudian dari Fort Bellingham pada tanggal 27 Juli 1859, Brigadir Jenderal AS William Harney mengirimkan 66 pasukan, dipimpin oleh Kapten George Pickett. Mereka siap bertempur hingga mati. Sebagai tanggapan, tiga kapal perang Inggris dikirim oleh James Douglas, gubernur British Columbia. Pihak Inggris juga sudah siap berperang.

Tetapi pada akhirnya kedua negara sekutu ini memilih komunikasi yang tenang. Mereka menolak berperang karena seekor babi. Pertumpahan darah bisa dicegah.

Beberapa bulan kemudian, kedua negara sepakat untuk melakukan pendudukan bersama hingga kesepakatan perbatasan dapat dinegosiasikan. Untuk tujuan itu, "Kamp Amerika" didirikan di sisi selatan Pulau San Juan, sementara "Kamp Inggris" menduduki ujung utara.

Akhirnya, pada tahun 1872, dengan Kaisar Wilhelm dari Jerman menjadi penengah. Kepulauan San Juan diberikan kepada Amerika Serikat. AS dan Inggris tidak jadi berperang karena matinya seekor babi.

Lihat juga Video 'Trump Sebut Iran Tak Bisa Peras AS dengan Tutup Selat Hormuz Lagi':

(rdp/imk)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |