Pria Dipaksa Masturbasi di Tangerang Dianiaya 5 Jam, Pembulu Darah Hampir Pecah

3 days ago 8

Jakarta -

Pria bernama Perubahan Gulo dianiaya selama lebih dari lima jam hingga pembuluh darah di otaknya hampir pecah. Ia juga dipaksa masturbasi dengan ancaman pisau.

Kuasa hukum korban, Risman Harefa, menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/7) malam hingga Rabu (29/7) dini hari. Korban dianiaya oleh lima orang di dalam sebuah rumah di Panongan, Kabupaten Tangerang.

"Ada lima orang terlapor. Jadi penganiayaan ini, teman-teman, untuk dicatat, terjadi dari jam 11.00 sampai jam 04.30 pagi," kata Risman, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama lebih dari lima jam itu, korban mendapat berbagai perlakuan, mulai dari dipukul hingga disundut rokok.

"Pemukulan, tendangan, penyekapan, diancam dengan pisau. Kalau tidak melakukan onani, diancam dengan pisau, akan dibunuh," kata Risman.

"Disundut-sundut puntung rokok. Ya, disundut rokok ya. Nah, ada beberapa di bagian badannya ini," katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit. Bahkan, Risman mengatakan korban hampir mengalami pecah pembuluh darah di otak.

"Jadi lukanya ini sejujurnya dari kepala berpotensi juga ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil tadi kata dokter. Terus seluruh badannya ini pada memar. Ya, pada memar, masih ada bekas-bekasnya di badan, di tangan, semuanya," ujarnya.

Korban Melarikan Diri

Lima orang yang diduga pelaku itu menganiaya korban sambil mabuk minuman beralkohol. Setelah penganiayaan itu berhenti, korban dipindahkan ke sebuah rumah.

"Jadi karena sudah larut malam, sudah pagi ya, mereka sudah pada mabuk, mereka memindahkan korban ke kontrakan depan tempat dia disiksa ini," ujarnya.

Saat disekap di rumah tersebut, orang yang menjaga korban tertidur. Kondisi itu dimanfaatkan korban untuk kabur.

"Setelah dipindahkan ke sana, dicoba disekap di sana untuk tidak dikasih pulang ke keluarga. Karena mereka dalam pengaruh alkohol, akhirnya mereka ketiduran dan korban melarikan diri lewat celah jendela," katanya.

Motif Penganiayaan

Risman menyebut korban baru bekerja selama empat hari di sebuah koperasi simpan pinjam atau bank keliling. Korban sempat menemui bosnya pada Selasa (28/7) untuk menyampaikan niat berhenti bekerja.

"Klien kami ini bekerja di unit usaha koperasi atau bank keliling di Panongan. Lalu kemudian karena dia merasa usaha tersebut tidak benar, akhirnya dia mengundurkan diri dan menyampaikan kepada bosnya," katanya.

Namun, bosnya tidak menyetujui dan menahan korban agar tidak pulang. Korban kemudian dianiaya saat pelaku lain datang, yang merupakan teman kerjanya.

"Namun pada saat itu bosnya tidak langsung terima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain-lain sambil mereka minum minuman keras," katanya.

"Nah, setelah beberapa lama, mereka melakukan penganiayaan, pengeroyokan terhadap klien kami secara bersama-sama," kata Risman Harefa.

Tonton juga video "2 Pria Masturbasi di TransJakarta Jadi Tersangka"

(aik/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |