Jakarta -
Seorang wanita inisial IP (27) tewas di tangan pacarnya sendiri, pria inisial AH (36) di Kota Serang, Banten. Pelaku membunuh korban karena cemburu dan menuding korban berselingkuh.
Pembunuhan terjadi pada Minggu (13/9/2026) malam. Tetangga kontrakan sempat mendengar keributan dan barang-barang pecah saat korban dibunuh pelaku.
"Kemudian antara pukul 19.30 sampai dengan jam 20.00, warga mendengar ada tiga orang saksi yang mendengar adanya keributan di kontrakan tersebut," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polres Serang, Iptu Angga Kusuma Wardana, Sabtu (19/9/2027).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan tersebut diketahui tetangga karena mendengar suara pecahan barang-barang. Para saksi juga sempat mendengar adanya cekcok mulut di kontrakan pelaku tersebut.
"Karena dengarnya itu selain keributan cekcok mulut, terdengar juga adanya lemparan gelas ataupun yang berbeling ya," ucapnya.
Keributan tersebut mengundang rasa penasaran warga. Tiga orang warga mendatangi kontrakan pelaku untuk menanyakan ada apa gerangan.
Pelaku saat itu hanya membuka jendela dan menyampaikan bahwa sedang terjadi masalah rumah tangga. Sebagai informasi, pelaku dan korban tinggal berdua di kontrakan tersebut dan mengaku sebagai pasangan suami istri yang menikah secara siri.
"Si tersangka ini mengatakan bahwa 'ini mah masalah suami istri', sehingga para saksi tersebut kembali meninggalkan kontrakan," imbuhnya.
Motif Pembunuhan
Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan mengatakan pembunuhan itu terjadi di sebuah kontrakan di Kota Serang pada Minggu (13/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Pembunuhan diawali percekcokan karena AH merasa cemburu dan menuduh korban telah berselingkuh.
"Korban sempat terlibat percekcokan dengan AH terkait permasalahan dugaan perselingkuhan korban dengan pria lain," kata Alfano kepada wartawan, Jumat (18/9).
Korban awalnya ditemukan tewas pada Senin (14/9). AH-lah yang menemukan jasad korban saat itu.
Keterangan awal AH saat itu mengaku menemukan korban dalam posisi tergantung di kusen kamar. Singkat cerita, jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
Namun, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, dan bukti-bukti lainnya, polisi mengungkap adanya kejanggalan. Hasil penyelidikan polisi, korban tak bunuh diri namun tewas dibunuh pelaku.
Bukti-bukti tersebut antaranya adanya bercak darah di TKP. Bercak darah tersebut berceceran hingga di tembok kontrakan.
"Pada saat kita melakukan olah TKP, terdapat adanya darah. Darah itu ada berapa lokasi, yang pertama itu di lantai, di lantai kamar, kemudian adanya di tembok, tembok kamar, kemudian adanya di tembok yang dekat ruang tamu," ucap Angga.
Polisi pun menemukan bekas darah di pecahan stoples. Selain itu, ditemukan juga kipas angin dengan bercak darah.
"Dan kemudian kita juga menemukan adanya tetesan darah, ataupun tetesan darah yang berada di pecahan beling stoples. Beling tersebut kita temukan di tempat sampah, di plastik yang berada di dapur," kata Angga.
"Kemudian juga kita menemukan adanya pecahan kipas angin. Pecahan kipas angin yang awalnya ada dua orang saksi mengatakan bahwa stoples, kipas angin itu berada di ruang tamu awalnya," katanya.
(aik/mea)

















































