Prabowo Ultimatum Kepala Daerah: Tak Bisa Penuhi Teriakan Rakyat, Presiden Turun Tangan

5 hours ago 1
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum kepada kepala daerah untuk memenuhi kebutuhan rakyat lantaran dana desa telah digelontorkan, salah satunya pembangunan jembatan. Ia menegaskan pemerintah pusat akan turun langsung membangun jembatan jika pemerintah daerah tak bisa memenuhinya.

Prabowo mengungkapkan dana desa telah digelontorkan Rp 1 miliar setiap tahun dan sudah berjalan 10 tahun. Dengan dana tersebut, menurut Prabowo, pemerintah daerah semestinya bisa membangun jalan dan jembatan sebagai akses warga.

"Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp 1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 M, Rp 3 M. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu," kata Prabowo di The Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Prabowo tak ingin mencari kesalahan. Dia menginstruksikan kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat harus dijawab segera.

"Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini!" ujarnya.

"Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," lanjut Prabowo.

Prabowo memamerkan capaian sebanyak 2.500 jembatan telah dibangun pemerintah pusat. Dia menyebutkan para elite yang mengkritiknya tak melihat itu.

"Saudara-saudara sekalian, prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tanggap, kita segera tanggap, kita reaksi. Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia saudara-saudara," ujarnya.

Capaian lain, Prabowo membeberkan bahwa pemerintahannya sudah memperbaiki puluhan ribu sekolah. Perbaikan fasilitas kesehatan puskesmas juga menjadi perhatiannya saat ini.

"Jadi saya kira sangat banyak hasil yang kita lakukan, perbaikan yang kita lakukan. Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih 70 ribu. Tahun depan target kita 100 ribu," ujarnya.

"Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki saudara-saudara sekalian," lanjut Prabowo.

Prabowo mengatakan hal tersebut merupakan hasil kerja sama para menterinya. Ia optimistis Indonesia akan bergerak lebih baik ke depan.

"Jadi saudara-saudara, ini juga tadi akibat kerja sama yang baik, kerja keras yang baik, keberanian oleh hampir semua menteri saya lihat, percaya diri ya kan. Orientasi kepada kebenaran, orientasi kepada rakyat. Kita akan bergerak lebih cepat lagi," ujarnya.

(eva/fca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |