Prabowo Siap Bertolak ke Iran Jadi Mediator, JK Wanti-wanti Ini

14 hours ago 6
Jakarta -

Mencuat inisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai buntut serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mewanti-wanti permasalahan konflik saat ini cukup besar.

"Ya niat, rencana, itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Ya Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat dan Amerika," ujar JK kepada wartawan di Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).

JK kemudian mengungkit perjanjian pemerintah Indonesia dengan AS yang menurutnya merugikan. Menurut JK, Indonesia berada dalam posisi tidak setara dengan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu," ucapnya.

Lebih lanjut, JK mewanti-wanti dampak konflik di Timur Tengah terhadap Indonesia. Salah satunya harga minyak akan naik.

"Iya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus," tuturnya.

"Ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu. Jadi masalahnya ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan, sekarang pasti stop. Jadi ekonomi kita akan terkena di situ. Hati-hati dalam waktu yang apabila ini lama. Mudah-mudahan cepat selesai," tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan Presiden Prabowo siap menjadi mediator di antara AS, Israel, dan Iran. Prabowo disebut siap bertolak ke Teheran jika negara-negara terkait mengizinkan.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ujarnya.

Simak juga Video Iran Sebut AS Tak Serius Berdiplomasi: Mereka Tak Bisa Dipercaya

(dvp/fca)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |