Prabowo: Polisi Banyak Jadi Sasaran Itu Risiko, Ya Tabah

4 hours ago 5

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meminta Polri tabah karena kerap menjadi 'sasaran' dalam suatu masalah. Prabowo mengatakan hal semacam ini adalah sebuah risiko pekerjaan.

"Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko, TNI juga dulu jadi sasaran, jenderal-jenderal yang paling hebat, paling jago dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," kata Prabowo saat sambutan di acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

"Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI. Rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom gereja atau masjid," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo juga menyinggung tentang negara barat mengajarkan hak asasi manusia (HAM). Dia kemudian bicara tentang istilah seseorang yang hanya bisa mengajarkan sesuatu tetapi orang itu sendiri tidak mengerjakan ajaran itu.

"Negara-negara barat yang ngajarin HAM kepada kita... saya nggak mau banyak komentar lagi lah, Anda tahu maksud saya, jadi, banyak kalau istilah dulu kita ngejarkoni, iso ngajar, ora iso ngelakoni, mereka ngajarin kita," katanya.

Prabowo kemudian meminta Polri tabah. Menurutnya, itu adalah risiko untuk seseorang yang berbuat baik pada negara.

"Dulu TNI yang selalu diserang bulan-bulanan, ya polisi, ya tabah lah kau juga jadi sasaran bulan bulanan, nggak papa, ya kan, itu risiko, yang penting niat baik, pengorbanan untuk bangsa dan negara," ucapnya.

Menurutnya, jika seseorang dalam institusi melakukan kesalahan. Maka, tidak sepatutnya institusi itu ditutup, seharusnya, yang bertanggung jawab adalah orang yang membuat kesalahan itu.

"Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada nggak bener ya tindak, saya ibaratkan kalau ada sekolah muridnya ada yang brengsek, ada yang tawuran, ada yang kurang ajar, muridnya, bukan kepala sekolahnya yang dicopot, keliru itu, bukan terbalik, bukan sekolahnya ditutup, tapi nggak papa ini risiko seorang pemimpin," katanya.

Prabowo pun berpesan agar pimpinan Polri bertahan dan sabar. Dia menilai saat ini Polri sudah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Kau dikasih bintang di sini (pundak kanan dan kiri), untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed ya kan, sosmed itu banyak buzzer, jadi kita harus tegar. Yang jelas kita buktikan kepada rakyat, hari ini saya harus mengatakan bahwa saya bangga, dan puas dengan prestasi ini," pungkasnya.

(zap/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |