Prabowo: Gerakan Koperasi Indonesia Akan Bangkit Jadi Kekuatan Ekonomi

8 hours ago 5

Jakarta -

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk merombak struktur perekonomian nasional dengan memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah.

Prabowo menyerukan kebangkitan total gerakan koperasi sebagai motor penggerak utama ekonomi yang berakar kuat di desa, kecamatan, hingga kabupaten. Ia mengibaratkan koperasi layaknya sapu lidi yang mampu menyatukan setiap elemen kecil masyarakat menjadi sebuah kekuatan ekonomi raksasa yang kokoh dan mandiri.

"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujar Presiden Prabowo dikutip dari siaran pers, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran Kepala Negara dalam acara ini didampingi oleh sejumlah petinggi negara, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran pejabat tinggi negara lainnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono dalam sambutannya menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, gerakan koperasi di Indonesia kini telah bangkit kembali.

Koperasi kini ditempatkan sebagai pilar ideologis untuk menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa hingga sektor strategis nasional.

"Di bawah kepemimpinan Bapak (Presiden) telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," ujar Menkop.

Sebagai implementasi nyata dari amanat Pasal 33 UUD 1945, pemerintah menghadirkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga saat ini, sebanyak 83.000 badan hukum akta KDKMP telah rampung.

Tanda kebangkitan koperasi juga tecermin dari perluasan ruang gerak strategis yang diberikan pemerintah. Koperasi kini diperbolehkan masuk ke sektor industri berat, seperti mengelola sumur minyak rakyat (idle well), tambang mineral, hingga mendirikan pabrik Crude Palm Oil (CPO).

Pada Agustus 2026, Kemenkop siap meresmikan pabrik CPO milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala 0,5-1 MW di Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau.

Selain itu, tahun ini Indonesia akan segera memiliki Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 sebagai payung hukum kokoh bagi gerakan koperasi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), Bambang Haryadi menilai titik balik ini menjadi momentum sakral setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapatkan perhatian yang sepadan.

"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.

Rangkaian Agenda Peringatan Harkopnas ke-79

Rangkaian perayaan Harkopnas ke-79 tahun ini dikemas secara masif sepanjang bulan Juli. Aktivitas diawali dengan Kick Off Bulan Juli sebagai Bulan Koperasi pada 02 Juli 2026 dan Jumat (10/7) dengan ziarah ke makam Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, oleh Menkop beserta jajaran Kementerian Koperasi, LPDB, dan DEKOPIN.

Kemeriahan dilanjutkan pada 19 Juli melalui penyelenggaraan fun run, dan bazar di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Selanjutnya, pada akhir Juli, akan dilaksanakan proyek revitalisasi tugu koperasi bersejarah di Tasikmalaya sebagai cagar budaya. Seluruh rangkaian akan ditutup pada 29 Juli di Jakarta melalui ajang penghargaan Koperasi Award.

Sekilas Sejarah Hari Koperasi

Secara historis, embrio koperasi lahir pada 16 Desember 1886 di Purwokerto melalui Hulp en Spaarbank bentukan Raden Aria Wiriatmadja guna melawan lintah darat. Semangat ini terus dirawat oleh organisasi pergerakan seperti Boedi Oetomo (1908), Sarekat Dagang Islam (1913), dan Studie Club (1927).

Setelah kemerdekaan, Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947 secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Koperasi. Disusul kemudian oleh Kongres Kedua di Bandung (1953) yang melahirkan DEKOPIN serta mengukuhkan Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Simak juga Video Tepis Stigma Kuno, Dekopin Sebut Real Madrid-Barca Dikelola Koperasi

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |