Prabowo Bilang Demo Dibayar, PKB Dorong Pemerintah Evaluasi Kebijakan

4 hours ago 5
Jakarta -

Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membiayai demonstrasi. Daniel berharap pemerintah bisa lebih fokus pada evaluasi kebijakan.

"Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui jalur konstitusional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi kita, yang dijamin oleh konstitusi, dan sebagai wujud rasa peduli atas kondisi bangsa," kata Daniel kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bahaya ketika rakyat sudah tidak peduli terhadap kondisi bangsa. Berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi kebijakan pemerintah, merupakan dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi," tambahnya.

Terkait dugaan adanya pihak-pihak yang menggerakkan demonstrasi, Daniel meminta hal itu disikapi secara proporsional. Menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah mendengarkan substansi tuntutan yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kebijakan.

"Karena itu, yang lebih penting adalah mendengarkan substansi dari aspirasi yang disampaikan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan. Terkait dugaan adanya pihak-pihak yang menggerakkan demonstrasi, disikapi saja secara proporsional," tuturnya.

Daniel menegaskan apabila terdapat kebijakan yang menuai penolakan luas dari masyarakat, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan.

"Yang lebih penting dan mendesak adalah evaluasi kebijakan. Jika ada kebijakan yang menuai penolakan luas dari rakyat, maka tugas pemerintah adalah mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki kebijakan yang ada," katanya.

Lebih lanjut, Daniel menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keterbukaan serta kemauan untuk saling mendengar, berbagai masukan dari publik dapat menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas kebijakan.

"Momentum ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat komunikasi dan dialog antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan keterbukaan dan kemauan untuk saling mendengar, berbagai masukan dari publik dapat menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," ujarnya.

"Kita mendukung terciptanya iklim demokrasi yang sehat, di mana pemerintah dan masyarakat dapat membangun komunikasi yang konstruktif demi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.

Prabowo sebelumnya menyinggung sejumlah hal pada pidatonya dalam Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6), termasuk soal demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini. Kata Prabowo, dia mengaku tahu aktor di balik demonstrasi itu

Prabowo mengatakan pihak-pihak tersebut tidak suka dengan dirinya. Prabowo menegaskan ia mengetahui orang-orang yang korup.

"Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti," kata Prabowo.

Prabowo menyinggung pihak-pihak itu turut terlibat memberikan bayaran dalam demo belakangan ini. Prabowo memperingatkan pihak-pihak itu.

"Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu. Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmmm... kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," katanya.

Saksikan Live DetikPagi:

(azh/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |