Jakarta -
Polisi mengungkap motif para pengemudi mobil yang viral melakukan zig-zag di ruas Jalan Tol Becakayu, Jakarta Timur (Jaktim). Polisi mengatakan alasan mereka melakukan zig-zag tersebut adalah membuat konten.
"Motifnya mereka membuat konten sekaligus untuk menjual mobil karena sebagian dari mereka bekerja sebagai jual beli mobil," kata Kasat Lantas Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, Sabtu (7/3/2026).
Reiki mengatakan ada enam pengemudi yang melakukan zig-zag di ruas jalan Tol Becakayu. Dia mengatakan pihaknya sudah menemui para pengemudi tersebut dan memberikan teguran lisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami datangi para pengendara tersebut dan kami memberikan teguran lisan dan imbauan-imbauan yang bersifat edukatif dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.
Reiki mengatakan para pengemudi itu rata-rata berusia 25 tahun dan sudah memiliki SIM. Dia mengatakan para pengemudi tersebut sudah menyampaikan permohonan maaf dan tidak ditilang.
"Kita lebih mengedepankan upaya preventif dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif," ujarnya.
Sebelumnya, dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, terlihat lima mobil melaju bersama dalam satu rombongan di ruas Tol Becakayu pada Rabu (4/3) malam.
Kendaraan-kendaraan tersebut tampak berpindah-pindah lajur secara zig-zag dari satu jalur ke jalur lainnya. Bahkan, dalam rekaman tersebut, mobil-mobil itu terlihat berpindah dari lajur satu hingga lajur tiga secara bergantian.
Aksi bahaya tersebut membuat jalur tol seolah tertutup oleh rombongan kendaraan tersebut. Meski kondisi lalu lintas di jalan tol tampak relatif sepi, aksi zig-zag tersebut tetap dinilai berbahaya.
Perilaku berkendara seperti itu berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama jika ada kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi. Aksi tersebut juga menuai kecaman dari masyarakat yang merasa resah dengan perilaku pengendara yang tidak tertib di jalan tol.
(mib/mea)

















































