Jakarta -
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memuji langkah cepat Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mengelola dan menggeser anggaran untuk pemulihan pascabencana di Sumatera.
Menurut Dasco, apa yang dilakukan Amran patut menjadi contoh bagi Kementerian dan Lembaga lainnya.
"Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas dipersiapkannya lebih dari cukup kebutuhan beras saudara-saudara kita di sana (lokasi bencana) dan juga pergeseran-pergeseran anggaran yang dianggap mungkin untuk memenuhi sementara kebutuhan yang mungkin bisa dicontoh oleh kementerian lain," kata Dasco, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam paparannya, Amran sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan bantuan untuk wilayah terdampak terdiri dari bantuan reguler melalui Bapanas sekitar Rp 1 triliun serta bantuan non reguler melalui mitra dan program Kementan Peduli sebesar Rp 75,8 miliar.
Selain itu, Kementan juga melakukan langkah strategis dengan menggeser anggaran reguler guna mempercepat pemulihan sektor pertanian. Kebutuhan anggaran pemulihan diperkirakan mencapai Rp 4,7 triliun.
Dari jumlah tersebut, Kementan telah menggeser anggaran reguler sebesar Rp 1,4 triliun.
"Izin pimpinan, kami sudah sampaikan ke Bappenas dan juga Menteri Keuangan. Anggaran reguler kami gunakan Rp 1,49 triliun pada 2025, kemudian 2026 kami geser, dan masih membutuhkan tambahan 2026 Rp 2,1 triliun serta 2027 Rp 1,1 triliun," kata Amran.
"Total Rp 4,7 triliun, tetapi kami sudah geser anggaran Rp 1,4 triliun anggaran reguler dari Kementerian Pertanian," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Amran juga memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak. Tercatat stok beras untuk wilayah terdampak mencapai sekitar 100 ribu ton atau setara tiga bulan kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Perlu kami sampaikan stok beras di lapangan kurang lebih 100 ribu ton atau untuk tiga bulan kebutuhan di lapangan. Insyaallah sektor pertanian khususnya ketersediaan pangan di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan," ungkap Amran.
Amran juga melaporkan progres pemulihan lahan sawah terdampak bencana di Sumatera. Dari total 94 ribu hektare lahan sawah rusak, sebesar 39 ribu hektare telah dilakukan penanaman kembali.
"Tingkat kerusakan sawah yang terdampak ada 94 ribu hektare. Hari ini kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39 ribu hektare," ucap Amran.
Amran juga menyebutkan progres pemulihan menunjukkan hasil yang baik. Di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), lahan yang tertimbun justru mengandung humus yang subur sehingga hanya memerlukan perbaikan irigasi.
"Ada kabar yang menggembirakan. Untuk sawah-sawah yang rusak dan direhab, tanah longsoran itu adalah humus dan cukup subur, sehingga hanya irigasi yang kita perbaiki dan langsung kita melakukan penanaman," terang Amran.
Amran menekankan dengan percepatan rehabilitasi dan dukungan anggaran yang fleksibel, sektor pertanian khususnya pangan dipastikan tetap aman.
Apalagi stok pangan nasional dalam kondisi kuat yaitu mencapai 3,5 juta ton.
Langkah cepat dan terukur Kementan dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus mempercepat pemulihan lahan terdampak menunjukkan upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional di tengah situasi darurat.
Sinergi antara pemerintah pusat, DPR, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
(prf/prf)

















































