Pencurian jenazah di TPU Kampung Gardu Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, membuat heboh publik Serang. Pasalnya, pencurian jenazah baru pertama kalinya terjadi di Serang.
Polres Serang menerima laporan adanya makam yang dibongkar di TPU Kampung Gardu Junti pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Masyarakat melaporkan makam almarhum Sajim dibongkar oleh orang yang tidak dikenal.
"Informasi dari warga terkait adanya makam yang digali oleh orang yang tidak dikenal dan mengambil tengkorak dari makam tersebut yang beralamat di TPU Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang," kata Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES, Senin (19/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim dari Polres Serang kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kuburan tersebut telah dibongkar. Terlihat galian yang tidak ditutup di lokasi kejadian.
"Kuburan atas nama almarhum Sajim yang sudah meninggal sejak tujuh tahun lalu digali, dan diambil tengkorak atau isi dari kuburan tersebut," katanya.
5 Saksi Diperiksa
Polisi masih terus mendalami pencurian jenazah tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.
"Jajaran Reskrim Polres dan Polsek masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Sudah lima saksi yang diperiksa," ucap Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan.
Kasus dugaan pencurian jenazah ini diterima polisi dari informasi masyarakat. Anak dari almarhum Sajim, jenazah yang makamnya dibongkar, melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
Kasus Pertama di Serang
Kemudian, Polres Serang menyebut kasus pencurian jenazah tidak lazimm terjadi di Serang. Pasalnya, ini merupakan yang pertama kali.
"Ini baru pertama kali di Serang. Biasanya perusakan makam baru atau makam keramat. Kalau ini, jenazah sudah tujuh tahun dan orang biasa," ujar Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady kepada wartawan, Kamis (22/1).
Andi mengatakan pihaknya sudah memeriksa 10 orang saksi. Termasuk, menurut dia, keluarga dan penjaga makam.
"10 orang diperiksa, keluarga korban, termasuk beberapa orang yang sebelumnya ziarah ke TPU itu," kata Andi.
Dia mengatakan salah seorang saksi mengaku berziarah ke TPU tersebut pada Jumat (16/1) dan melihat makam almarhum Sajim masih utuh. Polisi menerima laporan pada Minggu (18/1).
"Jadi kemungkinan digali itu pada Sabtu (17/1) malam, karena penjaga makam mengaku bekerja sampai pukul 16.00 WIB," katanya.
Menurut Andi, posisi makam berada di paling belakang TPU dan dekat dengan sawah. Saat polisi mengecek lokasi, lubang galian sudah dipenuhi air hujan.
"Jadi kita kuras dulu. Dan di dalam sudah tidak ada apa-apa lagi. Kerangka jenazah sudah tidak ada," katanya.
(maa/maa)
















































