Jakarta -
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengimbau warga negara asing (WNA) yang terdampak pembatalan penerbangan, karena konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran, untuk segera melapor ke kantor imigrasi terdekat. Melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenimipas memberikan toleransi izin tinggal, yakni dengan ke kebijakan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT).
Kebijakan ini diumumkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenimipas di akun media sosial resminya. WNA yang hendak mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa wajib melampirkan surat keterangan atau bukti pembatalan dari maskapai atau otoritas bandara.
"Bagi WNA terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara Timur Tengah, harap segera melaporkan diri ke kantor imigrasi terdekat untuk pengajuan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa dengan melampirkan surat keterangan atau bukti pembatalan dari Aviation Civil Authority (maskapai/otoritas bandara)," tulis Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenimipas, seperti dilihat detikcom pada Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konten pengumuman yang diunggah, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenimipas menyadari adanya potensi overstay WNA yang perjalanan lintas negaranya terdampak penutupan wilayah udara sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, selama konflik militer berlangsung.
Diberitakan sebelumnya PT Angkasa Pura Indonesia (In Journey Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 15 penerbangan tujuan Timur Tengah kembali dibatalkan hari ini setelah pecah perang di kawasan. Total, 60 penerbangan di Bandara Soetta dibatalkan sejak pecah perang AS-Israel dengan Iran.
"Berdasarkan pelaporan data operasional hingga pukul 07.00 WIB pada 3 Maret 2026 tercatat 15 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan," kata Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, dilansir Antara, Selasa (3/3/2026).
Lima belas penerbangan dengan tujuan negara Timur Tengah itu untuk rute Abu Dhabi (AUH); Etihad Airways EY472, Etihad Airways EY473. Kemudian, rute Doha (DOH); Qatar Airways QR956, Qatar Airways QR954, Qatar Airways QR955, Qatar Airways QR957, Garuda Indonesia GA900.
Selanjutnya, rute Dubai (DXB); Emirates EK356, Emirates EK358, Emirates EK357, Emirates EK359. "Dan rute Jeddah (JED); Saudia Airlines SV822, Saudia Airlines SV823, rute Muscat (MCT); Oman Air WY850, Oman Air WY849," ungkapnya.
Aziz menyatakan jumlah pembatalan penerbangan pada hari keempat tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 18 penerbangan.
"Secara kumulatif, sejak 28 Februari 2026 hingga hari keempat ini, total 60 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dibatalkan," ujarnya.
(aud/knv)

















































