Jakarta -
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan perkembangan terkait penyaluran bantuan sosial untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Gus Ipul mengatakan saat ini penyaluran bantuan sosial reguler telah mencapai Rp 1,83 triliun.
"Yang pertama adalah bantuan sosial reguler. Untuk tiga provinsi sudah kami salurkan sejak awal Februari. Total anggarannya adalah Rp 1.832.738.125.000," kata Gus Ipul dalam rapat bersama Pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Yang ditujukan kepada 1,7 juta lebih keluarga penerima manfaat. Untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul mengatakan selain bantuan sosial reguler, Kemensos juga menyalurkan bantuan sosial bidang kebencanaan. Dia mengatakan bantuan tersebut mencakup dukungan logistik, dapur umum, hingga bantuan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Gus Ipul menjelaskan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bantuan tersebut mencakup santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia serta korban luka berat, jaminan hidup, bantuan isian hunian, hingga pemulihan sosial ekonomi.
"Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi ada santunan untuk ahli waris bagi yang meninggal dunia dan yang luka berat. Kemudian yang kedua ada jaminan hidup, isian hunian, dan tadi sudah disinggung oleh Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) juga ada pemulihan sosial ekonomi," katanya.
Dia mengatakan data yang dijelaskan saat ini bersifat sementara. Nantinya, data itu akan disesuaikan kembali dengan data tunggal yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Jadi ada 513 sudah naik menjadi 562 misalnya, itu adalah data untuk ahli waris. Kemudian 133 ribu lebih adalah KK penerima isi hunian dan bantuan stimulan ekonomi," ujarnya.
"Kemudian untuk jaminan hidup itu sekitar 473 ribu jiwa lebih. Kami sudah mulai menyalurkan untuk ahli waris, untuk isian hunian, maupun juga untuk jaminan hidup. Dan sekarang akan disusul untuk pemulihan ekonomi dan sosial atau pemulihan sosial ekonomi. Kami mengikuti penyaluran BNPB. BNPB pada minggu yang lalu sudah salur, kita akan menyusul di belakangnya," lanjutnya.
Dia mengatakan sampai saat ini, sebanyak 29 dari 53 kabupaten/kota telah tervalidasi. Dia mengatakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2 triliun.
"Sudah ada 29 dari 53 Kabupaten/Kota yang telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap untuk disalurkan. Anggaran kami yang kita butuhkan nanti semuanya itu Rp 2 triliun lebih," kata dia.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan sebagian anggaran telah tersedia. Anggaran itu melalui kebijakan rincian output Direktif khusus Presiden.
"Rp 600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO (Rincian Output) khusus direktif Presiden," ujarnya.
Dia mengatakan pihaknya telah menyalurkan dana lebih dari Rp 14 miliar untuk santunan ahli waris korban meninggal dunia. Kemudian, kata dia, jaminan hidup pun telah disalurkan ke empat kabupaten.
"Ada 14 miliar lebih disalurkan kepada 990 korban meninggal dunia. Senilai 15 juta rupiah bagi yang meninggal dunia," kata Gus Ipul.
"Kemudian jaminan hidup ini, jadupnya juga sudah mulai kami salurkan khususnya kepada 4 Kabupaten, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Padang Sidempuan, dan juga Padang Panjang. Nilainya Rp 20 miliar lebih, sekarang juga mulai hari ini kami juga menyalurkan kepada data-data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi," lanjutnya.
Sementara itu, kata dia, bantuan isian hunian yang sudah tervalidasi dan siap untuk disalurkan mencapai Rp 98 miliar. Nantinya, batuan itu untuk 32 ribu keluarga lebih.
"Sementara ini adalah bantuan untuk isi hunian yang telah divalidasi dan siap disalurkan. Nilainya ada Rp 98 miliar lebih untuk 32 ribu lebih keluarga penerima manfaat. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan juga Provinsi Sumatera Barat," kata dia.
(amw/wnv)

















































