Pecat hingga Blacklist ke Driver Taksol Buntut Lecehkan-Ancam Penumpang

7 hours ago 5
Jakarta -

Kasus pelecehan seksual kembali dilakukan sopir taksi online (taksol). Seorang penumpang perempuan mengalami kekerasan seksual hingga ancaman.

Kasus itu terjadi di kawasan Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (14/3) sore. Kasus tersebut mencuat setelah korban membagikan cerita di media sosial (medsos) yang kemudian viral karena diunggah sejumlah netizen.

Pihak pengelola jasa taksol turun tangan menangani korban. Mereka juga menindak tegas mitra pengemudinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban mengaku mengalami pelecehan dalam perjalanan dari Stasiun Gambir ke hotelnya yang juga berlokasi di kawasan Jakpus. Korban mengaku dilecehkan hingga diancam oleh oknum driver.

Korban memberontak hingga akhirnya dapat keluar dari mobil dan diselamatkan warga dan petugas keamanan setempat. Korban juga sudah melapor ke pihak pengelola jasa taksol, Grab Indonesia, setelah terjadinya peristiwa itu.

Grab Tindak Tegas Mitra Driver Taksol

Pihak Grab Indonesia menindak tegas pengemudi taksol yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan. Driver taksol tersebut diputus kemitraannya hingga diboikot oleh Grab.

"Grab telah mengambil tindakan tegas berupa putus mitra terhadap mitra pengemudi terkait setelah dilakukan investigasi," kata Director of Trust & Safety and Grab Support Grab Indonesia, Radhi Juniantino, dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (28/3/2026).

Grab menyesali kasus kekerasan seksual terhadap penumpang wanita tersebut. Grab juga memboikot pengemudi tersebut sehingga tak dapat lagi menjadi mitra.

"Mitra pengemudi terkait telah disertakan dalam daftar hitam atau blacklist karena telah terbukti melanggar Kode Etik Mitra Grab. Dengan tindakan ini, yang bersangkutan tidak dapat kembali bermitra dengan Grab," tegasnya.

Dia mengatakan Grab telah menerima laporan mengenai insiden tersebut pada Sabtu (14/3) dan langsung menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan prosedur. Grab terus berupaya berkomunikasi dengan penumpang dan memberikan perkembangan penanganan secara berkala.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan penumpang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini. Grab telah menawarkan dan memfasilitasi sejumlah bentuk pendampingan," katanya.

Pendampingan yang ditawarkan di antaranya akses layanan konseling untuk mendukung pemulihan psikologis, dukungan mobilitas/transportasi dengan mitra pengemudi perempuan, penawaran pengamanan pribadi untuk penumpang, pendampingan dari tim khusus Grab selama proses penanganan berlangsung, dan dukungan lanjutan lain yang dibutuhkan penumpang.

"Kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu memastikan kondisi penumpang tetap terjaga selama proses berlangsung," ujar Radhi.

Momen Mencekam hingga Korban Selamat

Kasus pelecehan itu terjadi pada Sabtu (14/3) sore sekitar pukul 15.40 WIB saat korban meminta diantar dari Stasiun Gambir apartemen di Harmoni, Gambir. Dia mengatakan driver taksol tersebut awalnya hanya mengajak mengobrol tapi malah terjadi pelecehan.

"Emang beliau dari awal sering ngajak ngobrol basa-basi sampai sempet ngelus kaki sampai naik ke pahaku, kayak (tanya) 'kenapa di Jakarta, sama siapa, ngapain?'. Kayak kesannya makin ke sini malah ke mana-mana pertanyaannya," kata korban saat dihubungi.

Korban yang risi lalu merekam video ulah pengemudi taksol tersebut. Dia mengatakan driver taksol tersebut menaruh anggapan negatif karena dirinya tinggal di hotel, padahal karena dia baru datang dari luar kota.

Dia mengatakan driver taksol itu menyelesaikan order perjalanan, padahal belum sampai tujuan. Kemudian driver tersebut melakukan kekerasan seksual terhadap korban.

"Belum ada setengah perjalanan, beliau sudah nge-end-kan orderan saya, itu saya nggak ngeh. Terus mobil dimasukin jalanan sepi, hanya bisa satu jalur. Di situlah kejadian, dia lompat ke belakang," ujarnya.

Pelaku lalu menindih korban dan mengambil handphone (HP). Korban memberontak dengan memukul kaca mobil. Pelaku juga mengancam nyawa korban.

"Dia meminta password HP saya agar location saya dimatikan. Kalau nggak, aku bakal didor-dor," ucapnya.

Kemudian, ada mobil membunyikan klakson berkali-kali karena tertutup aksesnya oleh mobil taksol yang berhenti di tengah jalan. Korban mengatakan mobil yang ditumpanginya berhenti di jalan lorong belakang apartemen kawasan Harmoni.

"Nah di situlah semua orang sekitar mendekati mobil kami. Lalu aku di situ tetap memberontak dengan menggedor-gedor kaca. Eh si driver ketendang pintu sebelah kiri, jadi kebuka, di situ pintu sebelah kanan langsung dibuka sama warga," tuturnya.

Korban lalu langsung lompat dan duduk di jalan dan barang-barangnya dikeluarkan dari mobil oleh warga dan petugas keamanan sekitar. Driver taksol juga sempat memfitnah korban.

"Lalu dia kabur dan bilang saya penipu, pada akhirnya saya diamanin sama satpam gedung di sekitar situ," kata dia.

Korban mengaku sudah melaporkan perbuatan driver taksol tersebut ke penyedia jasa taksol, Grab. Namun korban belum memutuskan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

"Aku sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Grab sejak sebelum Lebaran, bahkan sudah sempat call langsung dengan manajernya," katanya.

Simak juga Video 'Pelatih KONI Jatim Lecehkan Atlet Bela Diri Perempuan':

(jbr/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |