MenPAN-RB Minta Masyarakat Maknai Kemerdekaan dengan Saling Menguatkan

7 hours ago 6

Jakarta -

Peringatan HUT ke-81 RI tidak sekadar menjadi kegiatan perayaan semata, namun juga sebagai momen persatuan dan saling menguatkan untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

"Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan cipta, mulai," ucap Prabowo, dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) Rini Widyantini seusai mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI mengatakan perayaan HUT RI ke-81 dapat dimaknai dengan saling peduli, saling menguatkan, dan bergotong royong, serta saling menjaga.

"Sebenarnya hari ini kita merayakan HUT RI kita ke-81 tahun itu dalam keadaan yang tidak mudah. Tentunya saya juga ingin menyampaikan rasa duka cinta dan berharap saudara-saudara kita di NTT dan daerah terdampak bencana dapat segera mendapatkan bantuan dan selalu diberikan kekuatan," kata Rini.

Disampaikan sesuai dengan tema HUT RI ke-81 yakni 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur', Indonesia saat ini terus bertumbuh.

Sudah selama 81 tahun pemerintah, masyarakat, dunia usaha telah berjalan bersama-sama untuk membangun Indonesia. Rini turut mendoakan bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di mana salah satunya melalui program prioritas presiden dan wakil presiden (wapres) yang langsung memberikan dampak bagi masyarakat.

Memasuki usia ke-81 tahun, Rini berharap jajarannya di KemenPAN-RB dapat terus mendorong reformasi birokrasi agar pelayanan publik semakin berdampak, cepat, efisien, dan akuntabel.

Inovasi dalam tata kelola pemerintahan, transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya aparatur, serta perbaikan pelayanan publik menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Rini juga berharapan untuk aparatur negara yang berperan menjalankan roda pemerintahan dapat menjadikan kemerdekaan sebagai momentum meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi antar instansi, dan memperkuat tekad dalam melayani bangsa dan negara dengan sebaik-baiknya.

Dengan hal tersebut, dapat menjadi daya dorong untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Di sisi lain, KemenPAN-RB turut menjadikan delapan Langkah Strategis Transformasi Melayani Negeri sebagai arah untuk memperkuat transformasi pemerintahan.

Langkah tersebut menjadi acuan kinerja seluruh unit kerja KemenPAN-RB dalam lima tahun ke depan.

Kedelapan langkah tersebut adalah Manajemen Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah, Organisasi Pemerintah yang Agile, Transformasi Tata Kelola, ASN Unggul untuk Indonesia, Pengelolaan Konflik Kepentingan, Budaya Kerja BerAKHLAK, Pemerintah Digital Terintegrasi, dan Omni Kanal Layanan Publik.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |