Jakarta -
Momen membanggakan dirasakan oleh Jessie Nababan (18) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. Siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta ini terpilih menjadi penampil paduan suara di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Hari Ini.
Perempuan sapaan Jessie ini merupakan satu dari 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah. Ia mendapat kesempatan emas menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Mereka berkolaborasi langsung dengan Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara.
Di sela-sela menunggu acara dimulai, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri menyapa para siswa. Ia turut memberikan motivasi penyemangat kepada anak-anak Sekolah Rakyat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semangat ya adik-adik, senyum ya," ujar Seskab Teddy pada keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Para siswa pun tampak sangat antusias menyambut sapaan tersebut. Jessie menjadi salah satu peserta beruntung yang mendapatkan pesan tertulis sekaligus tanda tangan dari Seskab Teddy. Pesan itu berisi kalimat motivasi bertuliskan: 'Untuk Jessie, terus belajar, bermimpi besar, sayangi orang tua.'
Jessie mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan berharga tersebut. Ia menjelaskan program Sekolah Rakyat telah membuka kembali harapan dan mimpinya meraih cita-cita. Terlebih, remaja ini sebelumnya terpaksa putus sekolah selama empat tahun.
"Kalau untuk perasaannya, pasti senang banget sih Pak. Karena jujur, saya pernah putus sekolah selama 4 tahun. Dan saya kembali punya mimpi dan punya harapan, lewat Bapak Presiden Prabowo tentunya, lewat programnya Sekolah Rakyat," terang Jessie.
Jessie diketahui berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Sang ayah bekerja mengais rezeki sebagai pengemudi ojek online. Sementara itu, ibunya bekerja harian sebagai pengupas bawang.
Kondisi ekonomi tersebut memaksanya putus sekolah sejak masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Ia pun menceritakan minimnya upah yang diterima sang ibu dari pekerjaan mengupas bawang harian.
"Ngupas bawang itu per 10 kilo itu dia 15 ribu Pak. Tapi dipotong admin seribu jadi 14 ribu," tutur Jessie.
Selama empat tahun putus sekolah, Jessie banyak menghabiskan waktu dengan aktif pada kegiatan keagamaan gereja. Seringkali ia harus menyembunyikan status pendidikannya karena merasa tidak percaya diri. Ia selalu diliputi rasa takut terkena perundungan atau dibully oleh lingkungan sekitar.
Kini, Jessie bisa kembali berbangga diri usai mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia tak menyangka bisa berkesempatan tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy.
"Saya mau ucapkan terima kasih banyak karena lewat program Bapak Presiden, saya bisa kembali bermimpi dan bersekolah. Yang tadinya mungkin saya sudah hampir hopeless dan putus harapan di tengah jalan. Tapi program Sekolah Rakyat ini membawa saya kembali untuk bangkit dari keterpurukan," pungkasnya.
(anl/ega)


















































