Kunjungan ke SRMP 9 Bandung, Melly Goeslaw Dengar Cerita Para Siswa

3 hours ago 5

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Melly Goeslaw, melakukan inspeksi mendadak ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pendidikan, pengasuhan, serta perkembangan anak-anak yang mengikuti program Sekolah Rakyat.

Dalam kunjungannya, Melly berdialog dengan para guru sekaligus mendengarkan cerita dan pengalaman sejumlah siswa. Berbagai cerita yang disampaikan membuatnya merasa terharu sekaligus semakin memahami besarnya tantangan yang dihadapi tenaga pendidik dalam mendampingi anak-anak.

"Seru dan terharu dengar cerita guru dan anak-anak di sini," kata Melly dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian siswa diketahui berasal dari keluarga dengan berbagai keterbatasan. Beberapa di antaranya telah kehilangan orang tua, tidak mengetahui keberadaan orang tua, hingga sebelumnya menjalani kehidupan di jalanan.

Kondisi tersebut membuat proses adaptasi di lingkungan sekolah berasrama menjadi tantangan tersendiri. Melly mendapat cerita tentang seorang anak yang kesulitan tidur di atas kasur karena sebelumnya terbiasa tidur di tanah.

"Ada yang susah tidur karena sudah terbiasa tidur di tanah, jadi tidak nyaman tidur di kasur. Ada yang awalnya kabur terus. Banyak di antara mereka yang sudah tidak punya ayah dan ibu, atau tidak tahu orang tuanya di mana. Mereka banyak dari jalanan," ujarnya.

Melly mengatakan kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tugas para guru di Sekolah Rakyat tidak sebatas memberikan pelajaran di dalam kelas. Para guru juga harus mendampingi anak-anak melewati masa adaptasi, membangun rasa aman, serta menanamkan kebiasaan hidup yang lebih tertib.

"Dengan kesabaran para guru dan pengelola sekolah, perubahan perlahan mulai terlihat. Anak-anak yang awalnya sulit menyesuaikan diri kini tumbuh lebih disiplin dan mampu mengikuti kegiatan pendidikan dengan baik. Alhamdulillah, berkat kesabaran guru-guru, kini mereka sudah lebih disiplin," lanjutnya.

Perubahan paling membanggakan terlihat dari perkembangan kemampuan belajar para siswa. Menurut Melly, ada anak yang sebelumnya belum mampu membaca dan menulis, tetapi kini telah memiliki keberanian serta kemampuan untuk tampil berpidato menggunakan tiga bahasa.

"Bahkan ada yang tadinya tidak bisa baca tulis, sekarang sudah bisa pidato tiga bahasa. Masyaallah, Allahumma barik," tuturnya.

Bagi Melly, pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan yang disertai pendampingan penuh kesabaran dapat membuka jalan baru bagi anak-anak yang sebelumnya menghadapi berbagai kesulitan hidup. Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat untuk mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengasuhan, membangun kedisiplinan, dan menumbuhkan kembali kepercayaan diri.

"Kehadiran para guru menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program tersebut. Dengan latar belakang siswa yang beragam, tenaga pendidik dituntut tidak hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga kesabaran dan kepedulian dalam memahami perjalanan hidup setiap anak," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |