Krisis Kilang Global, Harga BBM Terancam Tetap Tinggi meski Harga Minyak Turun

9 hours ago 3

loading...

Kapasitas kilang minyak global untuk memproduksi bensin dan solar semakin terbatas di tengah gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. FOTO/iStock Photo

JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan masih akan bertahan di level tinggi dalam beberapa bulan ke depan meski harga minyak mentah berpotensi mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipicu semakin terbatasnya kapasitas kilang minyak global untuk memproduksi bensin dan solar di tengah gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

"Dengan banyaknya pasokan yang hilang dari pasar, kapasitas kilang yang tersedia saat ini berada jauh di bawah tingkat yang pernah saya lihat sebelumnya. Industri membutuhkan waktu untuk keluar dari kondisi ini," kata Chief Executive Officer (CEO) Exxon Mobil Darren Woods dikutip dari Politico, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Tak Hanya Harga Minyak, Super El Nino Bisa Jadi Malapetaka Baru

Woods menjelaskan hampir seluruh kilang minyak saat ini telah beroperasi mendekati kapasitas maksimum sehingga ruang untuk meningkatkan produksi bahan bakar menjadi sangat terbatas. Menurut dia, Exxon Mobil akan terus mengoptimalkan produksi karena tingginya harga energi telah memberikan dampak besar terhadap daya beli masyarakat.

Kondisi serupa juga disampaikan CEO Chevron Mike Wirth. Ia mengatakan kilang Chevron beroperasi pada tingkat produksi tertinggi dalam sejarah perusahaan dengan utilisasi lebih dari 97%, namun krisis pasokan diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Menurut dia harga produk bahan bakar masih berpotensi menghadapi tekanan kenaikan hingga kuartal III 2026 atau bahkan lebih lama.

Terbatasnya kapasitas kilang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menghilangkan sekitar 3 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak dunia. Di sisi lain, pembatasan ekspor produk minyak oleh China dan Rusia, serta serangan terhadap fasilitas kilang Rusia akibat konflik dengan Ukraina, menyebabkan sedikitnya 5 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak global tidak beroperasi.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |