Korwil SPPG Cilacap Bantah 100 Titik Dapur Fiktif Termasuk di Kuburan

2 hours ago 2

Cilacap -

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, memberikan bantahan terkait 100 titik SPPG di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Data itu sebelumnya diungkap oleh Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

Yuda menegaskan tidak ada titik SPPG fiktif di Cilacap. Menurutnya, titik-titik yang dipersoalkan sebenarnya sudah terdata dan masih dalam proses pembangunan sehingga belum beroperasi.

"Kalau yang dimaksud beliau 100 SPPG fiktif, itu bukan SPPG fiktif, tetapi SPPG yang masih dalam proses persiapan pembangunan," kata Yuda saat dihubungi wartawan, dilansir detikJateng, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai istilah 'fiktif' tidak tepat digunakan karena seluruh titik yang tercatat memang ada. Hanya, sebagian belum siap beroperasi lantaran masih dalam tahap pembangunan.

"Bukan fiktif. Itu SPPG yang mungkin dimaksud beliau masih dalam proses pembangunan," tegasnya.

Soal Lokasi di Hutan dan Kuburan

Ammy sebelumnya menyebut ada titik SPPG diduga fiktif berada di hutan dan kuburan. Yuda menegaskan tidak ada dapur MBG yang dibangun di kawasan permakaman.

"Kalau yang di hutan itu karena wilayah Cilacap bagian barat memang masih banyak daerah pelosok. Ada SPPG yang dibangun di daerah terpencil, tetapi tidak di hutan. Kalau yang di kuburan, itu tidak ada. SPPG di Cilacap tidak ada yang seperti itu," ujarnya.

Masih Pembangunan

Data yang dimiliki Korwil SPPG menunjukkan jumlah titik yang terdaftar di Kabupaten Cilacap mencapai sekitar 300 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar disebut sudah beroperasi.

"Dari sekitar 300 titik itu, 220-an sudah operasional. Kemudian ada 114 yang masih dalam tahap pembangunan," jelasnya.

Yuda mengakui masih ada sejumlah proyek pembangunan SPPG yang belum selesai meski Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan target pengerjaan selama 45 hari sejak surat perintah kerja (SPK) diterbitkan. Namun ia menyebut keterlambatan tersebut bisa dipengaruhi berbagai faktor teknis dan administratif.

"Memang ditemukan beberapa SPPG yang melebihi 45 hari belum dilakukan pembangunan. Mungkin ada kendala administrasi atau hal lainnya, kami kurang mengetahui secara detail," katanya.

Menurutnya, titik-titik yang belum beroperasi tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

"Di 24 kecamatan ada semua, tersebar di seluruh kecamatan," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini

Tonton juga video "Tersangka Korupsi MBG Glory Harimas Jual SPPG Rp 100 Juta per Titik"

(idh/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |