Konflik Timteng, Komisi VIII DPR Minta 58 Ribu Jemaah Umrah RI Diakomodasi

10 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri menyoroti 58.873 jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Abidin meminta pemerintah menyediakan akomodasi darurat untuk jemaah.

Abidin meminta pemerintah mengambil langkah konkret terhadap kondisi para jemaah di sana. Hal ini menindaklanjuti penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan yang menyebabkan penundaan penerbangan massal.

"Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif agar pemetaan dan data jamaah yang terdampak agar segera menyediakan akomodasi darurat dan bantuan logistik," kata Abidin kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Legislator PDI Perjuangan ini menyebut harus ada upaya pengalihan rute penerbangan alternatif dan skema evakuasi secara bertahap. Menurutnya mesti ada antisipasi jika eskalasi di Timur Tengah bertambah luas.

"Komisi VIII akan terus mengawal dan mengikuti secara saksama perkembangan perang yang berkecamuk di timur tengah serta secara ketat memastikan keselamatan jamaah umrah agar kembali aman ke tanah air," kata Abidin.

"Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jemaah terlantar serta mengimbau jemaah, pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI," sambungnya.

Diketahui, Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Sebanyak 58.873 ribu anggota jemaah umrah Indonesia ada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat. Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sekitar 58.873 anggota jemaah umrah Indonesia berada di Arab Saudi.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangannya dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Puji meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terus menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Kemenhaj terus berupaya menjamin keselamatan jemaah Indonesia dan mengimbau keluarga jemaah di Indonesia agar tetap tenang.

"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," sebutnya.

(dwr/azh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |