Komisi IX DPR Minta BGN Pertimbangkan Usulan Pasien TBC Terima MBG

4 hours ago 6
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mengakomodasi usulan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin agar penderita tuberkulosis (TBC) menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Yahya menilai pemenuhan gizi bagi penderita TBC penting.

"Saya menghargai permintaan Menkes untuk memberikan MBG kepada penderita TBC, karena akan meringankan beban penyakitnya," kata Yahya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Yahya mengatakan saat ini BGN tengah melakukan refocusing penerima manfaat MBG dengan mengurangi porsi bagi siswa dari keluarga mampu dan memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebab, kata dia, salah satu tujuan MBG untuk mencegah angka stunting.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga memberikan prioritas kepada kelompok 3B menjadi sangat penting. Dari 25 juta jumlah 3B baru 9,9 juta atau 38% penerima manfaat dari 3B. Ini masih jauh dari target yang ditetapkan," ujarnya.

Politikus Golkar ini pun berharap usulan Menkes bisa dipertimbangkan. Terlebih, kata dia, angka kasus TBC di Indonesia cukup tinggi.

"Saya berharap permintaan Menkes bisa diakomodir oleh BGN, karena kasus TBC di Indonesia sangat tinggi. Ada sekitar 1 juta kasus dan ada sekitar 125 ribu kematian setiap tahun, dan Indonesia nomor 2 di dunia negara paling banyak mengalami penderita TBC setelah India. Sehingga penanganan TBC harus menjadi prioritas. Termasuk pemenuhan gizinya," jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago menilai usulan Menkes agar pasien TBC menjadi penerima manfaat program MBG merupakan hal yang wajar. Irma mengatakan banyak penderita TBC yang mengalami masalah gizi.

"Harus diakui penderita TBC rata-rata diidap oleh pasien dengan kondisi gizi buruk," kata Irma.

"Oleh karena itu wajar jika Pak Menteri ingin agar penderita TBC menjadi salah satu penerima manfaat MBG," sambungnya.

Meski begitu, Irma mengingatkan pemerintah perlu memperhatikan mekanisme pendistribusian program tersebut. Menurutnya, data penerima manfaat harus dipastikan akurat agar bantuan dapat tepat sasaran.

"Namun memang harus diakui pendistribusiannya yang harus juga jadi pertimbangan. Terutama jika keberadaan pasien ini data by name by addres-nya belum cukup baik," ujarnya.

Irma menilai program MBG merupakan program yang bagus dan bermanfaat. Irma mengatakan pihaknya akan terus mengawal evaluasi tata kelola MBG.

"Komisi IX pasca pergantian pimpinan BGN sudah bersepakat untuk mengevaluasi tata kelola SDM dari daerah sampai pusat, mengatur juklak juknis anggaran sampai kualitas menu. Semoga setelah semua di evaluasi MBG akan makin baik dan tepat sasaran," tuturnya.

Sebelumnya, Budi Gunadi mengusulkan agar penderita TBC masuk dalam penerima manfaat program MBG. Budi menyebutkan asupan gizi bagi pasien TBC mampu mempercepat pemulihan.

"Dari hasil penelitian jurnal-jurnal internasional dan sudah diterapkan juga di India dan China, orang yang penderita TBC diobati kan selama enam bulan sampai 12 bulan itu daya tahan kondisi fisiknya itu lemah. Sehingga kalau dia bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya ya," kata Budi Gunadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

Budi mengungkap ada dua kasus kematian penderita TBC setiap lima menit di RI. Ia mengaku sudah menyampaikan usulannya ke Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.

"Jadi kita ngomong lima menit, yang meninggal dua di Indonesia TBC. Itu sebabnya kemarin saya bicara dengan Ibu Nanik kan ingin meningkatkan, memfokuskan penyaluran MBG targetnya ke siapa saja," kata Budi Gunadi.

"Dia nanya ke saya kan, saya bilang, 'Bu, MBG itu sangat membantu saya memecahkan masalah kesehatan karena gizi itu adalah faktor risiko yang besar, sama seperti polusi udara itu faktor risiko yang di luar wewenang saya ada di Ibu sekarang, tapi saya sangat butuh itu bagus," sambungnya.

(amw/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |