Ketum TP PKK Salurkan Bantuan untuk Sekolah Rakyat di Biak Numfor

13 hours ago 6

Jakarta -

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan berbagai bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bantuan tersebut meliputi 45 paket sembako bagi guru Sekolah Rakyat, 88 tumbler untuk siswa sebagai media sosialisasi penggunaan produk ramah lingkungan, serta penyerahan secara simbolis kartu tanda penduduk (KTP) elektronik pemula kepada dua perwakilan siswa.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Tri bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan jajaran pengurus TP PKK Pusat dalam rangkaian groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak para siswa Sekolah Rakyat membiasakan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Bersama para pihak, ia turut melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu.

Ia menjelaskan Program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak. Menurutnya, Presiden memahami negara memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi anak-anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden untuk mengoordinasikan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengoptimalkan aset pemerintah yang belum dimanfaatkan agar dapat difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun dengan desain yang seragam di seluruh Indonesia serta dilengkapi asrama, ruang kelas, ruang guru, dan lapangan olahraga. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh pendidikan yang layak.

"Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat Niken Tomsi beserta jajaran pengurus TP PKK Pusat, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.

Lihat juga Video: Anak yang Ayahnya Tewas Dikeroyok di Tabanan Ditawari ke Sekolah Rakyat

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |